PLTP Tampomas Berikan Dampak Positif Bagi Masyarakat Setempat

Senin, 29 Juni 2015 | 09:48 WIB | Ferial

EBTKE--Pasokan listrik Jawa Barat hingga kini masih disuplai oleh pembangkit listrik yang didominasi batubara dan gas, dengan tambahan dari air dan panas bumi.

Sesuai dengan Rencana Umum Pengembangan Ketenagalistrikan (RUPTL), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) 2015-2024, sistem kelistrikan di Sumedang dipasok oleh GITET Tasikmalaya 500 kilovolt (KV) dengan listrik yang berasal dari PLTGU Muara Tawar, PLTA Saguling, PLTA Cirata, dan PLTP Kamojang, Darajat dan Wayang Windu.

Padahal di wilayah tersebut memiliki titik potensi panas bumi yang berada di Kabupaten Sumedang, tepatnya di Gunung Tampomas.

"Oleh karena itu kami menghimbau masyarakat Sumedang untuk dapat turut mensukseskan proyek panas bumi Tampomas, sehingga “wargi tanah Sumedang Larang” dapat berbangga hati dengan turut berkontribusi dalam penyediaan energi listrik Kabupaten Sumedang dan Jawa Barat,"kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) dalam Acara Silaturahmi Dalam Rangka Pengembangan Panas Bumi Tampomas, di Sumedang, 26 Juni 2015.

Rida menjelaskan, proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Tampomas masuk dalam program percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW) tahap II yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 4/2010. Namun, sambung Rida, proyek ini ini tertunda pelaksanaanya dikarenakan belum padunya komunikasi di antara masyarakat, Pemerintah dan pengembang.

"Proyek PLTP Tampomas termasuk ke dalam program tersebut dengan kontribusi kapasitas 1 x 40 MW yang diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2019,"ujar dia.

Menurut dia, dengan terlaksananya proyek ini, dapat memberikan manfaat positif yang signifikan bagi masyarakat di Kecamatan Buahdua dan Conggeang melalui pengingkatan lapangan kerja, pengembangan masyarakat dari perusahaan serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Daerah Kabupaten Sumedang. "Selain itu, Daerah juga dapat memperoleh keuntungan lainnya berupa Dana Bagi Hasil dari pengusahaan panas bumi yang dapat dipergunakan untuk pembangunan Daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumedang,"pungkas Rida.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia mempunyai sumber panas bumi yang sangat melimpah yang tersebar sepanjang jalur sabuk gunung api aktif mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, dan Maluku dan merupakan potensi panas bumi terbesar di dunia. Hingga saat ini telah terindentifikasi 324 titik potensi panas bumi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan total potensi sebesar 29,475 MW atau 40 persen dari potensi panas bumi dunia.