Pengembangan PLTN Di Indonesia Menunggu Momentum Yang Tepat

Selasa, 28 Februari 2017 | 14:27 WIB | Ferial

EBTKE-- Pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia masih menunggu momentum yang tepat.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM) Ignasius Jonan dalamsambutan Acara Launching of French Renewable Energy Group yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Internasional Republik Perancis Jean-Marc Ayrault serta Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 28 Februari 2017.

"Kami fokus mengembangkan energi terbarukan, tapi untuk saat ini tidak termasuk energi nuklir. Saya tahu Prancis memiliki teknologi yang andal di bidang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), saya mengerti. Tapi saya pikir sekarang bukan waktu yang tepat buat Indonesia, mungkin di masa mendatang," kata Jonan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Rida Mulyana menjelaskan, ada dua persyaratan yang harus dipenuhi sebelum Indonesia mengembangkan PLTN skala besar.

"Paling tidak Pak Menteri berupaya untuk comply terhadap kebijakan. Ada dua persyaratan yang harus dipenuhi, pertama dukungan masyarakat, selama ini resistensi dari masyarakat masih tinggi, kemudian kedua political will,"ujarnya.

Menurut dia dua persuaratan ini harus dipenuhi oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN)."Political will kan tergantung syarat yang pertama itu. Kalau masyarakatnya menolak, percuma juga. Jadi lihat dulu tingkat penerimaan masyarakat, kalau mulus diterima bisa langsung digongkan"pungkasnya