Delapan Desa di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini Merasakan Listrik 24 Jam

Sabtu, 11 Maret 2017 | 13:48 WIB | Ferial

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA
 
SIARAN PERS
Nomor : 00032.Pers/04/SJI/2017
Tanggal : 10 Maret 2017
 
Delapan Desa di Perbatasan Indonesia- Papua Nugini Merasakan Listrik 24 Jam

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana hari ini Jumat (10/3), meresmikan delapan paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat (PLTST) dengan total kapasitas terpasang sebesar 145 kilowatt (kW) dan 65 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya atau PJU Cerdas di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

“Pembangunan PLTS dan PJU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan dan mempercepat akses listrik untuk daerah–daerah terluar dan di perbatasan," ujar Rida. 

PLTST ini melistriki delapan desa di Kabupaten Keerom, yaitu Kampung Skopro, Ampas, Kalibom, Pund, Banda, Yuwainda, Yabanda dan Kampung Kalimo. Pembangunan PLTS dan PJU di Kabupaten Keerom ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Alokasi Khusus KESDM. Kedelapan unit PLTS ini telah diserahterimakan oleh Ditjen EBTKE kepada Pemerintah Kabupaten Keerom tanggal 24 Februari 2017 di Makassar, sementara 65 unit PJU tenaga surya diserahterimakan dan diresmikan pada hari ini.

Dalam sambutannya Rida mengatakan bahwa sepanjang tahun 2016, Ditjen EBTKE telah membangun 17 unit PLTS di 6 kabupaten di Provinsi Papua dengan total 385 kilowatt peak (kWp), 190 unit PJU tenaga surya dan 200 unit LED trofit.

“Tahun 2016, Direktorat  Jenderal EBTKE telah membangun 17 unit PLTS di 6 Kabupaten di Provinsi Papua dengan total kapasitas 385 kWp, 190 unit PJU tenaga surya dan 200 unit LED trofit. Saat ini, 4 unit PLTS di 2 kabupaten belum selesai pembangunannya, yaitu 3 unit PLTS di Kabupaten Pegunungan Bintang, dan 1 unit PLTS Kabupaten Jayawijaya. Status pembangunannya sudah 95%,” ujar Rida.

Bupati Kerom, Celsius Watae berharap dengan masuknya listrik meningkatkan perekonomian daerahnya. “Hal yang kami syukuri dengan pembangunan PLTS ini kami dapat merasakan listrik 24 jam, sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah,” papar Celsius Watae saat menyampaikan sambutan.

PJU Cerdas merupakan lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya. Lampu PJU ini angat cocok digunakan untuk jalan-jalan di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN dan juga daerah-daerah yang mengalami krisis energi listrik terutama di daerah terpencil. Lampu PJU Cerdas juga dapat diaplikasikan di daerah perkotaan seperti di kawasan jalan-jalan utama.

Pengimplementasian efisiensi energi melalui pemasangan PJU Cerdas tenaga surya memilki kelebihan dan keuntungan sebagai berikut:

1. Penghematan penggunaan energi listrik dan bahan bakar minyak (energi fosil).
2. Menghemat biaya operasional dan pemeliharaan.
3.  Menambah volume dan meratakan titik lampu Penerangan Jalan Umum.
4.  Mengurangi emisi CO2 dari penggunaan energi listrik.
5.  Lifetime lampu LED relatif lebih lama dan hemat energi.

Kabupaten Keerom merupakan kawasan di Provinsi Papua yang berada di ujung timur Indonesia dan berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea. Kabupaten Keerom terdiri dari 11 distrik dan 91 kampung dengan jumlah penduduk 58.439 jiwa.

Kebijakan pemerintah daerah yang utama adalah meletakan dasar-dasar kebijakan pembangunan yang mendukug terciptanya kesejahteraan masyarakat yang merata, tak terkecuali pembangunan di bidang ketenagalistrikan.

Pembangunan PLTST dan PJU Cerdas ini sejalan  dengan upaya Pemerintah mempercepat pengembangan energi terbarukan untuk meningkatkan akses listrik di perdesaan terpencil dan perbatasan. 
 
Kepala Biro Komunikasi, 
Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama
 
 
Sujatmiko


 
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama
Sujatmiko (08128016414)