Potong 10 Persen Diharapkan Jadi Gaya Hidup Masyarakat

Selasa, 30 Mei 2017 | 09:11 WIB | Nicko Yoga Permana

Balikpapan. Budaya hemat energi terus digalakkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalu Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi menggalakkan perilaku hemat energi dengan kampanye hemat energi kepada seluruh lapisan masyarakat. hemat energi lebih mudah dilakukan daripada menciptakan energi untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Kampanye tersebut bertema Potong 10% persen yang pada tahun ini dilaksanakan secara serentak di tiga kota, yaitu Denpasar (Bali), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Makassar (Sulawesi Selatan).

"Tujuannya tentu agar gerakan ini semakin masif dan masyarakat semakin peduli dengan pentingnya hemat energi," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana kepada media saat dijumpai dalam kampanye Potong 10% di Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin.

Sangat mudah untuk menghemat 1 watt dibandingkan harus membangun 1 watt. Untuk menciptakan 1 mw jauh lebih sulit dibandingkan kita harus menghemat 1 mw. Dimulai dari yang langkah sederhana dengan mematikan laptop, TV yang tidak digunakan. Bayangkan kalau dilakukan di seluruh Indonesia," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana saat acara Gerakan Hemat Energi "Potong 10 Persen" di Balikpapan.

Dengan mengurangi konsumsi energi 10% dari penggunaan sehari-hari, jumlah penghematan yang didapat berguna untuk memasok ketersediaan listrik di daerah-daerah lain yang terpencil dan rasio elektrifikasinya masih kurang.

"Kenapa 10 persen? Sebab, angka tersebut adalah jumlah yang bisa dihemat tanpa harus mengeluarkan investasi yang mahal. Investasi yang dimaksud, misalnya membeli barang-barang yang hemat energi, dan sebagainya," jelas Rida.

"Kalau ditanya siapa yang harus berhemat? Semua orang. Kapan harus dilaksanakan? Sekarang juga. Kalau dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak, terus-terusan, mudah-mudahan akan menjadi kebiasaan, dimulai dari diri sendiri", tambah Rida.

Kementerian ESDM berharap kepada masyarakat tidak berhenti pada kegiatan kampanye saja, namun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan menjadi gaya hidup. Jika dilakukan secara bersama-sama, kedaulatan energi dapat segera terwujud.