Gelontorkan Investasi Besar, PLN Siap Kembangkan PLTP Tulehu

Selasa, 20 Juni 2017 | 18:55 WIB | Bambang Wijiatmoko

Direktur Panas Bumi Yunus Saefulhak, mewakili Dirjen EBTKE melakuan ground breaking pengeboran sumur ekploitasi WKP Tulehu Propinsi Maluku yang dikembangkan oleh PT PLN (Persero). Kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Pemerintah Propinsi Maluku, perwakilan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan Direktur Perencanaan PLN, Nicke Widyawati. PT PLN (Persero) melakukan tajak pengeboran sumur ekploitasi di WKP Tulehu, Propinsi Maluku pada hari Selasa (20/6) yang merupakan salah satu WKP eksisting yang ditetapkan sebelum terbitnya UU Panas Bumi.

PT PLN (Persero) berencana untuk melakukan pemboran 4 sumur ekploitasi yang ditargetkan dapat selesai seluruhnya pada tahun 2017 ini. Investasi yang akan dikeluarkan oleh PT PLN (Persero) untuk pengeboran 4 sumur ini adalah sebesar Rp 15,4 Milyar, USD 26, 8 juta serta JPY 99,4 juta. PLTP Tulehu nantinya akan dikembangkan sebesar 2x10 MW dan ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada tahun 2020. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen PT PLN (Persero) dalam mengembangkan panas bumi.

Dalam sambutannya, Yunus Saefulhak mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong pemanfaatan panas bumi di Indonesia, khususnya di Indonesia Bagian Timur. Pemerintah akan mengawasi dan memantau agar pengembangan panas bumi dapat berjalan sesuai dengan target RUPTL. Selain itu pemerintah berkomitmen untuk memberikan layanan prima kepada badan usaha dengan menyederhakan perijinan yang ada sehingga pengusaha dan investor nyaman berinvestasi panas bumi di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Yunus Saefulhak mengatakan juga bahwa salah satu upaya perintah untuk mempercepat pengembangan panas bumi adalah melalui penugasan kepada BUMN. PT PLN sebagai BUMN diberikan penugasan untuk mengembangkan panas bumi di wilayah lain selain Tulehu, yaitu di wilayah WKP Atadei (NTT), WKP Songa wayaua (Maluku Utara), WKP Tangkuban Perahu (Jawa Barat).

Pada saat beroperasi nanti, PLTP Tulehu dapat melistriki 40.000 rumah di sistem kelistrikan Ambon. Selain itu, dengan adanya proyek ini akan memberikan dampak positif berupa lapangan kerja bagi masyarakat disekitar proyek serta akan mendorong terbentuknya sentra-sentra ekonomi baru yang menumbuhkan perekonomian di wilayah tersebut.