Ditjen EBTKE Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Flores Tentang Pemanfaatan Panas Bumi OKA ILE-ANGE

Kamis, 27 Juli 2017 | 15:55 WIB | Rakhma Wardani

Flores Timur, 27/7, Ditjen EBTKE melaksanakan kegiatan penyebarluasan informasi panas bumi di sekitar wilayah pemanfaatan panas bumi Oka Ile Ange yang memberikan kesempatan bagi Pemda dan para tokoh masyarakat serta agama di Kabupaten Flores timur untuk melakukan tanya jawab terkait proses pengembangan dan pemanfaatan panas bumi.


Bertempat di aula Sekretariat daerah kab. Flores timur, acara dibuka oleh Asisten Daerah 2 Flores Timur dan dihadiri oleh Bapak Uskup, Dinas ESDM Provinsi NTT, Kapolres, Para SKPD di lingkungan Dinas Kabupaten Flores timur , dan para tokoh masyarakat di wilayah Kan.


Direktur Panas Bumi dalam sambutannya yang diwakili oleh Kasubdit Investasi dan Kerja Sama Panas Bumi, Bintara, menyampaikan bahwa pemanfaatan  Panas Bumi tidak lagi dikategorikan sebagai kegiatan pertambangan sebagaimana tercantum dalam penjelasan UU Nomor 21 Tahun 2014. Bintara juga menyampaikan secara komprehensif mengenai keuntungan dan sifat dari energi panas bumi sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan.


WKP Oka Ile Ange adalah salah satu dari 4 WKP yang akan dilelang tahun ini, yaitu Bora Pulu, Sirung dan Kepahiang. WKP Oka Ile Ange ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 2849.K/30/MEM/2012 tanggal 27 September 2012 dan memiliki potensi sebesar 40 MW dengan rencana pengembangan sebesar 10 MW.


WKP Oka Ila Ange akan menjadi bagian dari pelaksanaan Program Flores sebagai Pulau Panas Bumi (Flores Geothermal Island). Program Flores Geothermal Island  merupakan upaya untuk melistriki Pulau Flores dengan panas bumi sebagai sumber energi utama penerangan dan menunjang peningkatan ekonomi kegiatan di sektor lain seperti pertanian, perikanan dan pariwisata di Pulau Flores. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pada kesempatan ini dilakukan pula penyerahan salinan SK Flores Geothermal Island kepada perwakilan Bupati Flores Timur.


Untuk melengkapi pemahaman seluruh peserta, turut hadir perwakilan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Badan Geologi serta WWF Indonesia yang menyampaikan paparan mengenai Mitigasi Bencana dalam Pengembangan Panas Bumi serta Panas Bumi untuk Pengembangan Energi Berkelanjutan yang Ramah Lingkungan.


Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi atas isu sosial yang seringkali muncul dalam bentuk penolakan oleh masyarakat di sekitar wilayah pengembangan WKP. (RWS)