Tingkatkan Keingintahuan Peserta Raimuna 2017, Ditjen EBTKE Hadirkan Artis

Senin, 21 Agustus 2017 | 09:05 WIB | Rakhma Wardani

Keikutsertaan Ditjen EBTKE pada pelaksanaan Raimuna 2017 sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya karena kehadiran mantan artis cilik Indonesia, Tasya Kamila, pada Sanggar EBTKE (18/7).

Sanggar EBTKE yang bertemakan “Teknologi Hemat Energi” menjadi salah satu peserta Global Development Village (GDV) pada rangkaian acara Raimuna Nasional XI yang diselenggarakan di Bumi Perkembahan Cibubur pada tanggal 15-19 Agustus 2017. GDV bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai isu yang sedang berkembang di dunia kepada para peserta Raimuna Nasional.

Sejalan dengan tujuan GDV, Sanggar EBTKE menyajikan informasi EBTKE secara umum serta pengetahuan tentang hemat energi melalui diskusi interaktif dan tampilan informasi yang menarik. Khusus pada tanggal 18 Agustus 2017, turut hadir Tasya Kamila untuk menjelaskan pentingnya hemat energi di kalangan generasi muda sebagai salah satu sumbangsih konservasi energi untuk masa depan.

Mantan artis cilik yang saat ini sedang magang di Layanan Informasi dan Investasi (Lintas) EBTKE, membuka dialog interaktif dengan peserta yang memenuhi Sanggar EBTKE tentang apa itu energi terbarukan dan mengapa kita perlu mengembangkan EBT untuk keberlangsungan energi masa depan. Tidak hanya itu, Tasya juga memberikan penjelasan pentingnya hemat energi sebagaimana Kampanye Hemat Energi yang dilakukan Kementerian ESDM selama ini. Peserta menjadi semakin antusias saat masuk sesi tanya jawab dan diakhiri dengan sesi foto.

Melalui keikutsertaan pada Raimuna IX, Ditjen EBTKE berharap peserta Raimuna Nasional XI yang merupakan generasi muda dapat menjadi agent of change implementasi hemat energi secara khusus dan memahami pentingnya pemanfaatan EBT secara umum demi keberlanjutan energi Indonesia di masa depan. 

Raimuna sendiri berasal dari bahasa Papua, yaitu dua suku kata Rai yang artinya pertemuan dan Muna artinya pemimpin atau kepala suku. Kegiatan ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Agustus 2017 dengan dihadiri oleh lebih dari 14.000 peserta. (RWS)