Pengembangan Potensi EBTKE Untuk Daya Saing

Minggu, 8 Oktober 2017 | 06:11 WIB | Rakhma Wardani

PURWOKERTO – Berbagai kebijakan bidang EBTKE yang dilakukan oleh Pemerintah utamanya harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat (terjangkau) dan meningkatkan daya saing industri. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE, Wawan Supriatna, dalam Seminar Renewable Energy for IndonesiaGreat Solution for the Better Future”di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Sabtu (7/10).

Pengembangan EBT merupakan salah satu bagian dari Nawa Cita Jokowi-JK. Potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia harus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. “Energi adalah instrumen mewujudkan keadilan sosial. Ini berarti energi harus tersedia, merata dan terjangkau untuk semua elemen masyarakat,” tutur Wawan.

Wawan juga menyampaikan bahwa energi harus mampu meningkatkan daya saing industri. “Saat ini pemerintah tengah berupaya melakukan pemangkasan dan simplikasi perizinan untuk meningkatkan investasi energi terbarukan”, tambahnya. Selain itu pemerintah memberikan beberapa insentif EBTKE seperti fasilitas pajak penghasilan, pengurangan pajak bumi dan bangunan, pembebasan bea masuk atas impor barang untuk kegiatan usaha panas bumi, serta fasilitas dibebaskan dari pengenaan pajak pertambahan nilai.

“Dengan dukungan semua pihak, pemerintah optimis pengembangan EBTKE mampu mencapai target. Tantangan yang ada dapat menjadi peluang kita bersama,” tutup Wawan.