Konservasi energi penting bagi industri

Rabu, 22 November 2017 | 16:55 WIB | Bambang Wijiatmoko

Jakarta - Progam efisiensi dan konservasi energi sangat penting diterapkan guna meningkatkan daya saing industri nasional. Hal ini terungkap dalam workshop bertema "Energy efficiency an abundant resource for Indonesia's industry" yang diselengarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan International Energy Agency (IEA) di Jakarta, Rabu (22/11).

Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengungkapkan, saat ini energi nasional masih didominasi energi fosil sehingga harus dikurangi dengan upaya konservasi energi.


"Kondisi ini sangat menantang untuk ketahanan energi sebab permintaan energi terus naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi," katanya.


Ida mengatakan, konsumsi energi di sektor industri pada tahun 2015 mencapai 229 juta BOE atau sekitar 35 persen konsumsi energi nasional. Konsumsi energi terbesar berada di sektor transportasi yang mencapai 260 juta BOE atau sekitar 40 persen.

Upaya konservasi energi perlu ditingkatkan untuk penghematan. Ida mengatakan, keberhasilan industri dalam konservasi energi akan diterapkan oleh industri lain karena akan menghasilkan efisiensi dan penghematan sehingga akan menguntungkan industri yang bersangkutan.


Sebagai informasi, Astra Group melakukan penghematan energi setara dengan Rp.408 miliar pada tahun 2017 ini atau naik 141,4 persen dibandingkan dengan penghematan pada tahun sebelumnya sebesar Rp169 miliar.  "Kesuksesan ini bisa ditiru industri lain," katanya.


Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) Jon Respati mengatakan, hemat energi dan EBT merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. "Konservasi energi fosil seiring dengan EBT menjadi sumber daya energi bersih," katanya.


Di tempat yang sama, Melanie Slade dari IEA mengungkapkan, efisiensi energi akan meningkatkan pemenuhan kebutuhan energi. Efisiensi, kata Melanie, bisa diterapkan oleh semua negara. "Tidak masalah negara yang menjual atau membeli energi. Efisiensi energi bisa membantu semua kondisi," kata Melanie.


Melanie mengatakan, efisiensi energi akan membantu menahan peningkatan emisi yang menimbulkan polusi udara. Sebagaimana diketahui, polusi udara merupakan salah satu risiko terbesar bagi kesehatan. (BW/Ant)