Ditjen EBTKE Terima Lesson Learned Report Kerja Sama ESP dari Pemerintah Denmark

Rabu, 13 Desember 2017 | 14:57 WIB | Rakhma Wardani

DITJEN EBTKE -- Pemerintah Denmark dan Indonesia telah melaksanakan kerja sama pembangunan di bidang pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi melalui Environmental Support Programme (ESP) sejak tahun 2009. Lebih dari 25 proyek telah direalisasikan selama tahun 2013 – 2017 di bawah tahap terakhir ESP (ESP3). Proyek kegiatan tersebut meliputi pengembangan kapasitas dan tur studi, studi kebijakan dan kelayakan serta dukungan teknis.

Lesson Learned Report (Hasil Laporan Studi Pembelajaran)atas kerja sama tersebut diserahkan Kepala Bagian Kerja Sama Pembangunan Kedutaan Besar Denmark, Kurt Moerck Jensen, kepada Direktur Konservasi Energi, Ida Finahari dalam Seminar "Learning Towards a Greener and More Sustainable Future" yang berlangsung di Jakarta (13/12) sebagai tanda berakhirnya program.

Kerja sama energi antara Pemerintah Indonesia c.q. Kementerian ESDM dengan Pemerintah Denmark sejatinya dimulai sejak tahun 2008 melalui program Energy Efficiency in Industrial, Commercial and Public Sector (EINCOPS) dalam payung dan Environmental Support Program (ESP) – Phase II (ESP2) dan berakhir pada tahun 2012. Kegiatan yang dilakukan meliputi peningkatan kapasitas di bidang konservasi energi termasuk pengembangan Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI).

Kerjasama ini kemudian dilanjutkan dengan Environmental Support Program – Phase III (ESP3) dengan dana hibah dari Pemerintah Denmark untuk periode 2013 s.d 2017. Program ini melibatkan KLHK, KESDM (DJEBTKE) dan Pemda Jawa Tengah. Untuk sektor energi lingkup kegiatannya meliputi  pengembangan proyek percontohan energi bersih dan konservasi energi.



Kurt menyatakan bahwa dalam lima tahun terakhir, Program ESP3 telah banyak membantu pengembangan energi bersih di Indonesia. Dukungan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Denmark dalam membantu Indonesia untuk mencapai target-target nasional di sektor energi baru dan terbarukan dan konservasi energi. "Dari laporan pembelajaran ESP3 Komponen 2 ini, kita dapat mengetahui manfaat apa saja yang di dapat, tantangan yang dihadapi dan informasi penting lainnya yang dapat membantu EBTKE dan masyarakat luas pada umumnya. Hasil pembelajaran ini juga memberikan masukan penting untuk Strategic Sector Cooperation antara Indonesia-Denmark di bidang energi yang masih berlangsung. Walaupun ESP3 akan berakhir tahun ini, bantuan Pemerintah Denmark akan terus berlanjut melalui program Strategic Sector Cooperation," ungkapnya.

Pemerintah melalui Ditjen EBTKE sangat mengapresiasi ESP3 yang telah membantu Indonesia dalam pengimplementasian kebijakan-kebijakan efisiensi energi pada tingkat nasional dan daerah untuk memperkuat ketahanan energi dan kebijakan-kebijakan, strategi, dan rencana perubahan iklim, melalui program ESP – Phase III atau ESP3 Component 2 Implementation of Energy Efficiency, Energy Conservation and Renewable Energy Policies.

"Kami berterima kasih atas dukungan ESP3 membantu Pemerintah Indonesia yang sedang berupaya mencapai target 23% energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional tahun 2025,"  ungkap Ida. Dari sekian banyak proyek yang telah dilaksanakan, bagian yang tidak kalah pentingnya adalah memastikan hasil yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya, tidak saja saat ini, tetapi juga setelah kegiatan ESP3 berakhir.

"Untuk itu kita perlu mempersiapkan para pemangku kepentingan yang terlibat, khususnya para penerima manfaat, untuk dapat menjaga, memanfaatkan, dan meneruskan kegiatan yang telah terlaksana. Kami juga mengundang beberapa mitra pembangunan lannya agar sama-sama memperoleh pembelajaran dan bersinergi dalam kegiatan di masa depan," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya W. Yudha mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia dihadapkan pada beberapa tantangan dalam pengembangan EBT menuju target yang telah ditetapkan. Oleh karenanya, Yudha mengharapkan Pemerintah Denmark dapat mendorong investasi EBT di Indonesia dan memberikan feedback untuk menciptakan regulasi yang dapat menunjang hadirnya investasi EBT.