Jokowi: Desa di Papua Harus Terang

Wednesday, 20 December 2017 | 23:24 WIB | Bambang Wijiatmoko

Nabire - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Dirut PLN Sofyan Basir meresmikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan total kapasitas 70 MW, yang terletak di Jayapura dan Nabire, serta Pemasangan listrik ke 74 desa di Papua dengan total investasi Rp 1,34 triliun. Peresmian ini dilaksanakan di PLTMG Nabire, Kabupaten Nabire, Papua, Rabu (20/12/2017)

Dalam sambutannya Jokowi menyampaikan "Saya sudah perintahkan Menteri ESDM dibantu PLN, tahun depan semua desa harus terang benderang. Memang tidak mudah mengerjakan namanya listrik di Papua, medan sangat berat. Bergunung-gunung, kalau mau bawa tiang listrik saja harus nyebur, lalu digotong ke atas bukit oleh orang-orang. Artinya medannya sangat berat, tapi seberat apapun medan harus bisa kita taklukan dan desa-desa di Papua terang benderang,".

Tanah Papua sebanyak kurang lebih 2,000 desa akan teraliri listrik, baik listrik PLN maupun listrik `solar cell` (tenaga matahari)," ungkap Jokowi. Presiden mengatakan bahwa kolaborasi listrik, baik listrik PLN maupun listrik `solar cell` (tenaga matahari) ini untuk mengatasi permasalahan listrik di tanah Papua.

Pada kesempatan yang sama Menteri ESDM Ignasius Jonan membagi secara simbolis lampu LTSHE kepada perwakilan kepala desa di Kabupaten Nabire. Untuk Wilayah Propinsi Papua Barat dan Papua tahun ini akan dibagikan sebanyak 76.000 Paket LTSHE.

Sebagaimana diketahui, Kementerian ESDM c.q. Ditjen EBTKE tahun 2017 ini sedang mendistribusikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di 5 Propinsi yaitu Riau, NTB, Maluku, Papua dan Papua Barat. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi sedikitnya sebesar 97 persen pada tahun 2019, untuk itu Pemerintah membuat program pemberian LTSHE, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan PT PLN. (BW)