Upaya Berkelanjutan Mandatori B20, Rail Test Digelar

Minggu, 11 Februari 2018 | 09:28 WIB | Dian Lorinsa

LAHAT – Sebagai upaya berkelanjutan mandatori B20, telah dilaksanakan Pelepasan Lokomotif Rail Test Penggunaan Biodiesel 20% (B20) Pada Kereta Api (10/2) oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi KESDM, dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di UPT Balai Yasa Lahat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Rail test dilakukan pada jenis lokomotif CC205 dan Lokomotif CC206 yang digandeng menarik batubara/babaranjang (1 unit menggunakan B0 dan 1 unit menggunakan bahan bakar B20).

“Tujuan rail test ini diharapkan agar pemanfaatan bioedisel dapat berjalan di PT KAI dan terjadi peningkatan dari pemanfaatan Biodiesel di PT KAI” ucap Dadan kusdiana, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Rail Test ini merupakan tindak lanjut dari kajian penggunaan B20 pada komponen dan sistem bahan bakar di lokomotif dan genset PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dilaksanakan pada tahun 2017. Rail Test akan berjalan selama 6 (enam) bulan dengan rute kereta Tanjung Enim - Tarahan.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Perkereta apian, Zulkifri, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini perlu didorong guna mendapatkan energi yang ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, dimana hal ini juga sejalan dengan rencana induk perkereta apian.

Pelaksanaan Rail test juga melibatkan stakeholder seperti BPPT, Lemigas, BPDPKS, PT PERTAMINA (Persero), ITB, Aprobi, General Electric, dan Electro-Motive Diesel. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi menutup sambutannya dengan harapan bahwa dengan digunakannya Biodiesel pada kereta api, kereta api Indonesia dikenal sebagai kereta api yang green energy. (LA)