Prajurit Marinir di Pulau Miangas dan Sebatik Terima Distribusi LTSHE

Senin, 12 Februari 2018 | 16:16 WIB | Dian Lorinsa

JAKARTA – Sebagai salah satu tindak lanjut penyerahan LTSHE oleh Ditjen EBTKE kepada Korps Marinir yang telah dilaksanakan pada Januari lalu (19/1), Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayor Jenderal TNI (Mar) Bambang Suswantono menyerahkan 6 unit lampu LTSHE di Pulau Miangas Sulawesi Utara, yang merupakan perbatasan Indonesia dengan negara Filipina pada Jumat (9/2) di Balai Kecamatan Miangas.

Tidak hanya menyerahkan kepada kepala satuan tugas saja, seperti Komandan Rayon Militer (Danramil) dan Komandan Pos TNI AL (Danposal) Miangas, tapi masyarakat sekitar juga turut menerima lampu hemat energi ini, antaralain Camat, Kapolsek dan Tetua Adat Miangas. Kegiatan penyerahan ini disaksikan oleh segenap warga masyarakat Miangas dan prajurit Marinir yang sedang melaksanakan latihan di perbatasan negara.

Selanjutnya, pada Minggu (11/2) Dankormar juga menyerahkan 15 unit lampu LTSHE di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara (Kaltara) yang merupakan perbatasan Indonesia  dengan Malaysia. Lampu tersebut diserahkan kepada Bupati Nunukan dan Pos Marinir penjaga perbatasan Indonesia dan Malaysia. Kegiatan penyerahan lampu di Sebatik disaksikan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nunukan Kaltara dan seluruh prajurit Marinir yang sedang bertugas.

Satu paket LTSHE yang diserahkan terdiri dari 4 (empat) lampu LED yang setara 40 W lampu pijar, saklar tarik atau remote control untuk mengatur output cahaya dan waktu penggunaan, HUB dan USB untuk mengisi daya baterai, chip manajemen energi, dan baterai lithium.

LTSHE adalah suatu sistem pencahayaan berupa lampu terintegrasi dengan baterai yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik. Penyediaan LTSHE merupakan salah satu pelaksanaan program Nawa Cita Presiden RI di sektor ESDM dalam rangka mewujudkan keadilan sosial yaitu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum tersambung dengan jaringan tenaga listrik di kawasan perbatasan, daerah tertinggal, daerah terisolir dan pulau-pulau terluar (3T).

Dengan berbagai kelebihannya, LTSHE diharapkan dapat memberi penerangan untuk pos-pos yang ditempati prajurit Korps Marinir yang saat ini masih menggunakan genset guna kelancaran penugasan pengamanan Pulau-Pulau Terluar dan Perbatasan RI serta membantu efisiensi biaya operasi pos pengamanan. Selain itu, pemanfaatan LTSHE juga akan dapat meminimalisasi ketergantungan pada energi fosil dan turut mendukung reduksi gas rumah kaca. (DLP)