Upaya Siapkan Generasi Handal Bidang Panas Bumi, Geothermal Goes to Campus Kembali Digelar

Kamis, 1 Maret 2018 | 19:26 WIB | Dian Lorinsa

SURABAYA – Kementerian ESDM c.q Direktorat Panas Bumi berinisiatif memfasilitasi terpenuhinya Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia oleh generasi muda yang berkualitas di bidang panas bumi, salah satu upayanya antaralain menjembatani link and match antara perguruan tinggi dan badan usaha melalui program Geothermal Goes To Campus (GGTC).

Kegiatan GGTC yang merupakan kegiatan Transfer Knowledge antara para praktisi kepada kalangan akademisi kembali digelar hari ini, Kamis (1/3) di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Hadir pada acara ini Direktur Panas Bumi, Ida Nuryanti Finahari dan Kepala Jurusan Teknik Geofisika, Widya Utama serta mahasiswa-mahasiswi Jurusan Teknik Geofisika. Kegiatan GGTC merupakan program tahunan Direktorat Panas Bumi, Ditjen EBTKE, dan kali ini merupakan perhelatan ketujuh sejak dilaksanakan pertama kali pada tahun 2011.

“Roadmap pengembangan SDM panas bumi telah kami susun hingga tahun 2025, pada periode 2012 – 2016 kita sebut sebagai tahap awarness (early – mature) dimana peran Pemerintah lebih dominan dibandingkan Badan Usaha maupun Perguruan Tinggi, tahun 2017 – 2019 yaitu saat ini merupakan tahap link and match, sedangkan tahun 2019 – 2025 adalah build competence Human Resources”, ungkap Ida, Direktur Panas Bumi, dalam sambutan nya.

Mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan GGTC yang dikemas dalam bentuk kuliah umum, yang menghadirkan pembicara-pembicara dari kalangan profesional seperti Senior Geologist dan Geothermal Geophysics dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Technical Subsurface Manager dari Medco Cahaya Geothermal, dan Drilling Engineer dari PT Halliburton Logging Service Indonesia. Acara yang dibagi dua sesi ini diselingi dengan kuis dan doorprize, menambah antusiasme peserta sampai sesi akhir.

Pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Panas Bumi, Ditjen EBTKE dan Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan, dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Tentang Penyelenggaraan Geothermal Goes to Campus di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, setelah tahun lalu ditandatangani perjanjian yang serupa dengan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”(UPN) Yogyakarta, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, dan Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung.

Penandatanganan PKS tersebut menunjukkan komitmen Direktorat Panas Bumi untuk terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia bidang panas bumi dimasa depan. Melalui penyelenggaraan Transfer Knowledge yang berkelanjutan diharapkan minat mahasiswa Indonesia terhadap ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan panas bumi semakin meningkat, sehingga akan ada peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang meliputi pengetahuan, keahlian, dan pengalaman bidang panas bumi.

“Dengan upaya kita bersama akan muncul tenaga ahli panas bumi Indonesia masa depan dan proyek-proyek panas bumi tidak lagi didominasi oleh tenaga kerja asing ahli panas bumi seperti saat ini,” pungkas Ida. (DLP)