Dukung Program Mandatori B20, 15 Tangki BBN Siap Beroperasi

Selasa, 6 Maret 2018 | 15:13 WIB | Dian Lorinsa

TANGERANG – Kementerian ESDM c.q Ditjen EBTKE hari ini (6/3) melaksanakan penandatangan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) sarana dan prasarana Bahan Bakar Nabati (BBN) di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina. Kegiatan ini bertujuan agar PT Pertamina (Persero) dapat mengoperasionalkan dan melakukan pemeliharaan sarpras BBN tersebut, yang merupakan salah bentuk dukungan program Mandatori B20 di Indonesia.

Banyak tantangan terhadap implementasi Bahan Bakar Nabati yang dihadapi, mulai dari permasalahan penyusunan regulasi, ketersediaan sarpras, bahan baku, permasalahan harga, standardisasi kualitas/ isu teknis, untuk itu pada tahun 2016 Ditjen EBTKE melakukan kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana BBN di TBBM Pertamina, yang bertujuan menyiapkan sarana dan prasarana BBN jenis biodiesel untuk memperlancar pendistribusian Biodiesel di seluruh Indonesia, dengan total anggaran mencapai Rp 52 miliar. Anggaran ini digunakan untuk membangun 15 tangki dan peralatan pendukung lainnya, sebanyak 4 tangki berkapasitas 100 KL dan 11 lain nya berkapasitas 500 KL di 14 TBBM Pertamina.

Hadir pada kegiatan penandatanganan serah terima operasi ini Direktur Bioenergi, Andriah Feby Misna, dan 6 orang Supply & Distribution Region Manager I-VI PT Pertamina (Persero) yang mewakili 14 TBBM Pertamina, antaralain TBBM Lhokseumawe, Krueng Raya, Lubuk Linggau, Batu Raja, Tasikmalaya, Maos, Boyolali, Camplong, Malang, Sanggaran, Pulang Pisau, Sampit, Pangkalan Bun, dan Kota Baru.Hadir pula perwakilan penyedia jasa konstruksi sarpras ini dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Sekretaris Ditjen EBTKE, Wawan Supriatna, yang mewakili Ditjen EBTKE selaku Kuasa Pengguna Barang mengatakan bahwa aset hasil Pembangunan Sarana dan Prasarana BBN di TBBM Pertamina akan dipindahtangankan kepada PT Pertamina (Persero) melalui mekanisme Penyertaan Modal Pemerintah (PMP), dan dilaksanakan paling lama 6 bulan sejak ditandatangani BASTO.

“Ini merupakan keputusan yang berani dan proses nya tidak mudah ketika usulan pembangunan sarpras ini diajukan, kami mohon kerja sama Pertamina, apa yg sudah kita bangun bersama dapat dipelihara dengan optimal” ujar Wawan. (DLP)