Kini Masyarakat Pulau Buaya Nikmati Listrik Tenaga Surya

Selasa, 27 Maret 2018 | 17:25 WIB | Dian Lorinsa

ALOR – Pulau Buaya merupakan salah satu pulau di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang menjadi tempat dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya, yang dibangun pada tahun 2017 berkapasitas 100 kWp dan menggunakan anggaran negara sebesar Rp. 8.499.650.588.

Mulai Oktober 2017, PLTS telah beroperasi dan sambungan listrik ke rumah-rumah mayoritas digunakan untuk lampu penerangan dan kebutuhan sehari-hari. Iuran warga untuk kegiatan pemeliharaan PLTS disepakati bersama oleh warga yaitu sebesar Rp 10.000 per rumah. PLTS yang dibangun mampu melistriki 287 kepala keluarga dan sangat membantu proses belajar anak-anak di malam hari. Tak hanya anak-anak, kaum ibu di Pulau Buaya yang rata-rata adalah penenun kain ikat, dapat bekerja lebih lama dengan adanya penerangan di malam hari ini, hal ini tentu sangat membantu kehidupan keluarga nya. Kain tenun ikat yang dihasilkan kurang lebih 5 lembar per bulan.

Kendala yang sekarang dirasakan oleh warga Pulau Buaya adalah sulitnya untuk mendapatkan air bersih. Mereka harus menyeberang ke pulau-pulau terdekat, yaitu Pulau Kepa yang berjarak 30 menit menggunakan kapal nelayan untuk mendapatkan air bersih. Kesulitan ini diungkapkan oleh perwakilan warga Pulau Buaya, Samsah Wahid, yang juga Kepala Desa Pulau Buaya.

“Pernah sampai ada warga kami yang meninggal karena kapalnya tenggelam hanya untuk mengambil air tawar (bersih) di pulau seberang, ini kesulitan kami sekarang”, ungkapnya. Hal ini juga diutarakan warga Pulau Buaya secara langsung kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan, secara teleconference pada Sabtu (24/2) lalu. Menteri ESDM, Ignasius Jonan hadir di Desa Welai Timur, Kabupaten Alor, bersama Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Pjs. Bupati Alor Benyamin Lola untuk meresmikan 12 sumur bor air bersih dan 21 unit pembangkit listrik energi terbarukan, termasuk PLTS di Pulau Buaya.

Warga sangat antusias dapat berkomunikasi dengan Menteri ESDM dan Gubernur NTT melalui layar televisi. Warga Pulau Buaya berterima kasih atas pembangunan PLTS dan tak lupa menyampaikan aspirasinya. Gubernur NTT pun meminta warga Pulau Buaya yang berjumlah 1.695 jiwa atau sebanyak 378 kepala keluarga untuk dapat menjaga dan merawat bersama pembangkit listrik yang telah dibangun.

“Tahun ini, akan dibangun 1 sumur bor air bersih untuk warga Pulau Buaya, saya rasa cukup untuk semua warga” tegas Jonan, yang disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh warga yang hadir. Masyarakat sangat bergembira dan bersemangat, sebuah harapan untuk hidup lebih baik mereka rasakan hari itu.

Energi dan air merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas kehidupan sehari hari masyarakat. Menyediakan energi dan air secara merata di berbagai daerah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Anggaran dari rakyat kembali lagi ke rakyat. (DLP)