Lab Uji Akurasi Tinggi BPPT Siap Dukung Program Hemat Energi Nasional

Selasa, 24 April 2018 | 07:25 WIB | Humas EBTKE

SERPONG -- Laboratorium pengujian AC milik Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) - BPPT menyatakan kesiapannya melakukan uji banding efisiensi energi untuk piranti pengkondisi udara (AC) sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam program labelisasi tanda hemat energi untuk peralatan rumah tangga. Fasilitas pengujian AC B2TKE - BPPT merupakan hasil kerja sama dengan Japan Air Conditioning and Refrigeration Testing Laboratory (JATL).

Perwakilan B2TKE-BPPT, Haryanto yang ditemui Tim Direktorat Konservasi Energi saat meninjau langsung fasilitas pengujian yang berupa AC Chamber pada Selasa (17/4), menyampaikan bahwa fasilitas pengujian piranti AC tersebut siap digunakan untuk memastikan perbedaan hasil pengukuran antar laboratorium pengujian tidak terlalu besar. "Dengan bertambahnya laboratorium pengujian untuk AC ini diharapkan dapat membantu baik pemerintah maupun produsen/importir AC dalam pelaksanaan program labelisasi tanda hemat energi," ungkapnya.

Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2015, setiap produk piranti pengkondisi udara (AC) yang beredar dipasaran diwajibkan memiliki tanda SKEM dan label tanda hemat energi pada kemasan atau produk AC. Seperti yang telah diketahui, AC merupakan salah satu pengguna energi terbesar di sektor rumah tangga. Tercatat sebanyak 470 Family AC telah terdaftar serta mendapatkan izin pembubuhan tanda SKEM dan label tanda hemat energi, dengan proyeksi impor AC pada tahun 2017 sebanyak 1,9 juta unit AC yang terdiri dari 1,7 juta unit AC jenis inverter dan 183 ribu unit AC jenis non-inverter.

Pelaksanaan labelisasi tanda hemat energi ini membutuhkan dukungan dari laboratorium pengujian, namun jumlah laboratorium di dalam negeri masih kurang untuk mendukung produsen/importir serta pemerintah dalam melaksanakan program labelisasi ini. Saat ini laboratorium independen untuk pengujian efisiensi energi AC hanya ada satu lab uji yang telah terakreditasi, yaitu Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) - Kemenperin, sedangkan PT Qualis Indonesia dan B2TKE – BPPT masih dalam proses akreditasi. Karena minimnya laboratorium pengujian AC inilah yang menyebabkan banyak produsen/importir AC yang memilih melakukan pengujian di laboratorium luar negeri. (RWS)