Pemerintah Dorong Semua Stakeholder Tingkatkan Peluang Investasi EBT

Tuesday, 24 April 2018 | 16:43 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong semua stakeholder termasuk pengembang dan lembaga keuangan untuk berpartisipasi mengurangi hambatan-hambatan pengembangan EBTKE sehingga peluang investasi EBT semakin besar dan menarik investor. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana pada Workshop Peluang Investasi EBT 2018 di Jakarta, Selasa (24/4).

"Tantangan utama pembangunan infrastruktur EBT saat ini adalah ketersediaan dana murah/soft loan di dalam negeri," ungkap Rida. Ketersediaan dana murah menjadi penting bagi pengusaha karena menjadi penentu keberlanjutan suatu proyek EBT. "Tentunya ketersediaan modal akan memberikan pengusaha ruang gerak yang lebih leluasa untuk terus mengembangkan proyek EBT atau tidak dan Pemerintah memberikan cukup banyak perhatian bagi perusahaan EBT," lanjutnya.

Rida juga mengungkapkan bahwa workshop ini merupakan salah satu upaya Pemerintah memfasilitasi semua pihak yang terkait dengan investasi EBT untuk bertemu dan berdiskusi bersama mengatasi hambatan-hambatan pengembangan EBT yang selama ini dihadapi calon investor, baik dalam maupun luar negeri. "Apabila semua pihak saling bekerja sama meminimalkan hambatan yang ada, peluang investasi EBT dapat kita tingkatkan," tutur Rida. Peningkatan investasi EBT tentunya akan mendukung percepatan pengembangan sektor EBT guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Dua hal yang terus dikejar Kementerian ESDM sekarang ini adalah ingin mewujudkan pemerataan yang segera, dan kedua adalah keterjangkauan, harga yang terjangkau bagi rakyat. Kami ingin semua masyarakat merasakan keadilan dalam memperoleh energi, meskipun bentuknya berbeda-beda," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar menegaskan bahwa upaya peningkatan peluang investasi EBT membutuhkan dukungan dan kepercayaan dari semua pihak. "Kami berharap semua pihak harus percaya dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah, dan ini merupakan suatu proses," ungkapnya. "Ada yang bilang Permen kita enggak workable. Tapi pada kenyataannya, ada 70 kontrak IPP pada tahun lalu, 3 kontrak telah COD dan 22 kontrak masuk tahap konstruksi," tambahnya. Archandra juga berharap workshop ini dapat menjadi kesempatan bagi semua pihak, termasuk peningkatan kapasitas SDM bidang EBTKE sebagai tantangan yang lain dalam pengembangan EBT.

Workshop Peluang Investasi EBT 2018 diselenggarakan dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk mencapai bauran energi dari EBT sebanyak 23% pada tahun 2025 seperti yang tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2018-2027 yang telah disetujui oleh Menteri ESDM, tentu dibutuhkan dukungan investasi dari berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri.

Workshop yang dihadiri sekitar 270 orang ini diharapkan dapat menjadi sebuah platform bagi para stakeholder untuk berbagi informasi mengenai peluang investasi EBT yang sangat besar di Indoneia, bertukar pikiran dan kiat-kiat sukses dari pengembangan EBT, serta berdiskusi untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam pengembangan EBT.

Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi ini merupakan penyelenggaraannya yang pertama dan mengundang peserta yang terdiri dari 12 Kementerian/Lembaga/Instansi; 27 Perusahaan Pengembang Panas Bumi; 20 Perusahaan Pengembang Bioenergi; 73 Peusahaan Pengembang Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan; 13 Perbankan/ Lembaga Keuangan; dan 13 Asosiasi.

Acara ini terdiri dari one on one meeting pengembangan pembangkit tenaga listrik EBT dan workshop yaitu presentasi dan diskusi oleh 9 (sembilan) narasumber baik dari perusahaan pengembang EBT maupun stakeholder terkait termasuk lembaga keuangan seperti OJK dan BKF, serta pengenalan Badan Layanan Umum (BLU) di Kementerian ESDM untuk meningkatkan sumber daya manusia ESDM. (RWS)