Tiga Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid di Berau Siap Beroperasi

Jumat, 27 April 2018 | 13:53 WIB | Humas EBTKE

BERAU - Pemerintah menyambut baik kesiapan 3 Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Hybrid yang akan menyediakan listrik untuk 3 desa yang berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. "Ini adalah bentuk dukungan lembaga non pemerintah, pengembang, dan Pemerintah Daerah terhadap program percepatan pengembangan EBTKE yang sedang diupayakan Pemerintah. Kami sangat senang dan memberikan apreasiasi atas usaha ini, 3 desa di Berau dapat menikmati listrik seperti masyarakat di tempat lain, " ungkap Direktur Aneka EBT, Ditjen EBTKE, Harris saat menghadiri peresmian 3 PLT Hybrid tersebut di Berau (Kamis, 26/4).

PLT yang mengintegrasikan 3 sistem pembangkit energi, yaitu solar PV-battery-microhydro-genset tersebar di Desa Merabu & Mapulu, Desa Long Beliu, dan Desa Teluk Sumbang. Ketiga PLT tersebut berkapasitas total sebesar 1,2 MWp dari tenaga surya dan 30 kW dari mikrohidro dan akan mengalirkan listrik ke 400 rumah dan 41 fasilitas umum.

Sebanyak 3 PLT Hybrid ini merupakan bagian proyek "Off Grid Power Plant pada 3 Desa di Kabupaten Berau Kalimantan Timur" yang dilaksanakan oleh Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI) berkerja sama dengan PT Akuo Energy Indonesia (AE). Pelaksanaan proyek ini melalui skema penyediaan tenaga listrik oleh badan usaha yang memiliki wilayah usaha sendiri berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2012 tentang Tata Cara Permohonan Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

Masyarakat pada ketiga desa tersebut sangat antusias dengan kehadiran PLT Hybrid yang menyediakan listrik selama 24 jam setiap harinya di desa mereka. Sebelumnya mereka hanya menikmati listrik dari genset komunal milik masyarakat selama kurang lebih 4-5 jam dengan harga yang lebih mahal dan tidak ramah lingkungan.

Saat ini, masyarakat di tiga desa tersebut telah merintis kegiatan ekowisata, kerajinan tangan, dan usaha makanan. Masuknya listrik diharapkan akan mendongkrak kegiatan ekonomi produktif di ketiga desa. Pengelolaan PLTS Hybrid selanjutnya akan dikelola secara mandiri oleh Perusahaan Listrik Kampung yang menjadi unit usaha dari Badan Usaha Milik Kampung dari ketiga desa lokasi proyek. (RWS)