Capaian Triwulan I Diatas 50%, KESDM Optimis Capai Target EBTKE 2018

Jumat, 27 April 2018 | 18:18 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA – Kementerian ESDM c.q Direktorat Jenderal EBTKE optimis dapat mencapai target kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga EBT dengan melihat total kapasitas terpasang PLT EBT yang telah dicapai pada triwulan I ini. "Hingga April ini, total kapasitas PLT Panas Bumi mencapai 1.924,5 MW dari target 2,058,5 MW atau 93,5% dari target 2018. Ini sangat membanggakan untuk kita. Pada saat ini kita telah melewati Philipina, artinya kita menjadi produsen panas bumi nomor dua di dunia," ungkap Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana di hadapan media hari ini (27/4).

Sementara untuk PLTS dan PLTM/MH kapasitas terpasangnya mencapai 207,3 MW, ini 59,7% dari target 2018 dan PLT Bioenergi 1.840,7 MW atau 97,8% dari target 2018. "Sebenarnya capaian bioenergi  sekarang 1849,5 karena ada tambahan dri PLT Bioenergi di Pontianak yang diresmikan 24 April lalu, tapi ini belum masuk laporan kinerja," tambah Rida.

Seiring dengan komitmen Pemerintah untuk turut menurunkan emisi GRK sebesar 29% dari business as usual (BAU), yang dicapai dengan kemampuan sendiri dengan target penurunan emisi GRK sebesar 314-398 Juta Ton CO2 pada tahun 2030, hingga April 2018 Pemerintah berhasil menurunkan emisi hingga 40,0 Juta Ton CO2 atau 112,3% dari target tahun 2018. Hal ini menjadi gambaran nyata bahwa Pemerintah tidak hanya memprioritaskan sektor energi tetapi juga sekaligus memperhatikan isu lingkungan.

Untuk investasi EBTKE, Pemerintah telah menargetkan angka investasi sebesar 2,8 miliar USD dengan capaian hingga April 2018 sebesar 0,29 miliar USD.  Pemerintah membuka kesempatan dan menerima semua masukan dari berbagai pihak untuk mendiskusikan bersama solusi atas hambatan yang ditemui pengembang selama ini.

Produksi Bahan Bakar Nabati (BBN) telah mencapai 0,90 Juta KL pada April 2018 dari target 3,92 Juta KL pada akhir tahun 2018.Sementara untuk produksi uap panas bumi hingga April 2018 ini mencapai 23,35 juta ton dari target 97,84 juta ton. Sedangkan produksi biogas mencapai 24.789 ribu M3 dari target 25.225 ribu M3.

Rida menambahkan bahwa saat ini telah tercapai 100% target pemanfaatan BBM pada sektor usaha mikro, perikanan, pertanian, transportasi dan pelayanan umum, dan 73% target pemanfaatan BBM pada sektor usaha transportasi, industri komersial, pembangkit listrik.

Terkait dengan 70 kontrak EBT tahun 2017, Rida menjelaskan bahwa saat ini terdapat 3 kontrak yang COD, 21 kontrak konstruksi dan sisanya sebanyak 46 kontrak akan dievaluasi dan ditinjau kembali statusnya. Menurutnya, untuk mengatasi hambatan investasi EBT yang dihadapi pengembang selama ini, OJK mau mempertemukan Pemerintah dan PT PLN (Persero) dengan institusi perbankan guna membahas lebih mendalam solusi sektor finansial untuk semua pihak.

Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Subsektor EBTKE dari panas bumi s.d. April 2018 sebesar Rp.220,07 milyar atau 31,4% dari target APBN 2018. Realisasi penerimaan panas bumi tahun 2017 sebesar Rp.933 milyar dengan komposisi WKP eksisting Rp.909 milyar dan WKP Ijin Panas Bumi (IPB) Rp.24 milyar. "Ini andalan buat kita, dan kami harapkan dapat melebihi target seperti tahun lalu," kata Rida.

Selain memaparkan capaian kinerja pembangkit listrik tenaga EBT, Ditjen EBTKE juga menjelaskan kepada media bahwa saat ini Pemerintah memiliki role model penghematan energi tiga perusahaan yang bergerak di sektor migas. Pemerintah berharap bahwa implementasi konservasi energi dilaksanakan untuk pembangunan nasional berkelanjutan, ketahanan energi nasional dan penurunan emisi GRK. Target investasi konservasi energi sebesar 0,005 milyar USD (asumsi 1USD=Rp.13.400,-) dan diperoleh penghematan sebesar Rp19.872.908.904,- dihitung dari penghematan energi (17,839236 GWh) dikalikan harga listrik industri (Rp.1.114,-/kWh).

Rida menyampaikan bahwa Pemerintah telah menerangi 1.196 desa pada tahun 2017 melalui pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di beberapa wilayah yang tersebat di Riau, Papua Barat, Maluku, NTB dan Papua. Pada tahun 2018, Pemerintah kembali melaksanakan program pembagian LTSHE dengan target 1.260 desa atau sejumlah 167.064 KK yang selama ini belum mendapatkan akses listrik akan mendapatkan penerangan dari LTSHE. Namun demikian, jumlah ini akan terus berubah mengikuti kebutuhan masyarakat dan hasil koordinasi dengan PT PLN (Persero).

Pada kesempatan akhir, Rida menyampaikan bahwa pagu Ditjen EBTKE Tahun Anggaran 2018 mencapai Rp1,7 Triliun dan akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan program percepatan pengembangan EBTKE demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Kami akan terus pantau realisasinya, karena ini uang rakyat dan seharusnya dikembalikan ke rakyat," pungkas Rida. (RWS)