Wamen ESDM : APBN Harus Diprioritaskan Kebermanfaatannya Bagi Masyarakat

Kamis, 24 Mei 2018 | 18:23 WIB | Humas EBTKE

AGAM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, hari ini, Kamis (24/5) meresmikan 9 unit sumur bor air tanah dan 20 Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru Terbarukan (EBT) se- Sumatera Barat, yang dipusatkan di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Jumlah sumur bor yang hari ini diresmikan yaitu sebanyak 9 unit yang tersebar di 7 wilayah kabupaten/kota dan sebanyak 20 pembangkit berbasis energi terbarukan yang tersebar di 5 kabupaten/kota. Infrastruktur yang dibangun ini berasal dari APBN Kementerian ESDM tahun 2016-2017.

Seluruh infrastruktur yang diresmikan telah beroperasi dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan listrik. Wamen ESDM dalam sambutan nya menyampaikan bahwa dalam anggaran Kementerian ESDM, lebih dari 50 persennya untuk pembangunan fisik. “ Pembangunan fisik yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti sumur bor, PLTMH, konverter kit, dan lain-lain. Yang penting harus dirasakan kebermanfaatannya”, ungkap nya.

Pembangkit Listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (PLT EBT) yang diresmikan hari ini, terdiri dari 3 PLTMH (Mini Hidro) dan 17 PLTS (Surya) dengan total kapasitas 955 kW dan total sambungan sebanyak 2.710. Total anggaran untuk pembangunan infrastruktur ini yaitu sebanyak 57,1 M. Adapun titik sebaran nya antaralain sebagai berikut:

  •         Kabupaten Pasaman : 2 unit PLTMH total kapasitas 125 kW melistriki 277 KK
  •         Kabupaten Pasaman Barat : 1 unit PLTMH total kapasitas 50 kW melistriki 155 KK
  •         Kabupaten Kepulauan Mentawai : 15 unit PLTS Terpusat total kapasitas 700 kWp melistriki 2.033 KK
  •         Kabupaten Solok : 1 unit PLTMH total kapasitas 50 kW melistriki 163 KK
  •         Kabupaten Solok Selatan : 1 unit PLTS Terpusat total kapasitas 30 kWp melistriki 82 KK

“Potensi energi baru terbarukan di Sumatera Barat ini harus kita gali terus, agar dapat dimanfaatkan secara optimal, contoh nya di Solok Selatan, ada panas bumi yang sudah mulai dikembangkan” ungkap Arcandra.

Kementerian ESDM c.q Ditjen EBTKE mulai tahun anggaran 2011 s/d 2017, telah melaksanakan pembangunan PLT EBT sebanyak 740 unit dengan total kapasitas 50.561 kW, telah melayani sebanyak 97.013 kepala keluarga di 33 Provinsi di Indonesia.

Sampai saat ini, masih terdapat beberapa daerah di Sumatera Barat secara khusus dan di Indonesia secara umum, mengalami kesulitan air bersih dan belum terjangkau listrik PLN, oleh karena itu program infrastruktur dan program pro kesejahteraan rakyat harus terus digalakkan, yang tentu saja dengan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, baik para anggota DPR/DPRD, Pemerintah Daerah dan tentunya masyarakat. (DLP)