Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla Tinjau Proyek PLTA Poso

Kamis, 26 Juli 2018 | 09:59 WIB | Humas EBTKE

POSO - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Peaker di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu (25/7), didampingi beberapa jajaran pimpinan Kementerian ESDM.

PLTA Poso merupakan PLTA Independent Power Producers (IPP) yang dikembangkan oleh PT Poso Energy. Proyek ini merupakan gabungan dari PLTA Poso eksisting dengan kapasitas 3x65 MW yang telah beroperasi sejak tahun 2012, PLTA Poso Extension tahap 1 dengan kapasitas 4x30 MW dan PLTA Poso Extension tahap 2 dengan kapasitas 4x50 MW.

Ketiga pembangkit tersebut direncanakan sebagai pembangkit peaker dengan total kapasitas 515 MW. Pembangkit peaker ini akan dioperasikan selama waktu beban puncak yaitu pukul 17.00 s.d 22.00, dengan Exclusive Commited Energy sebesar 1.669 GWh per tahun.

Pembangkit PLTA POSO 515 MW akan digunakan sebagai pembangkit Peakeryaitu pembangkit yang berjalan saat permintaan listrik sedang tinggi, hal ini didukung oleh beberapa faktor, antaralain memiliki Live Storage cukup besar, yaitu Danau Poso, memiliki regulating dam yang bisa mengatur debit keluaran tampungan Danau Poso, mampu beroperasi dengan kapasitas penuh pada jam puncak sepanjang tahun, jaringan transmisi sudah terhubung di Sulawesi Selatan, Tengah, dan Barat, mampu start-stop dengan cepat (sinkronisasi kurang dari 15 menit) serta pembangkit ini mampu merespon perubahan beban dengn cepat, sehingga memperbaiki kualitas listrik pada sistem jaringan.

Keseluruhan proyek ini ditargetkan selesai bertahap dan beroperasi komersial tahun 2021 dengan harga jual sebesar 8,400 cUS$/kWh. Perkiraan investasi keseluruhan proyek PLTA Poso sebesar 820,1 juta US$ dengan masa kontrak 30 tahun melalui mekanisme Build, Own, Operate, Transfer (BOOT).  Total tenaga kerja proyek ini berjumlah 1.087 orang dari dalam negeri, dengan rincian 987 orang dari Bukaka Teknik Utama selaku kontraktor utama dan 100 orang dari sub kontraktor.

Secara keseluruhan masuknya PLTA Poso dapat menurunkan BPP Pembangkitan Sistem Sulbagsel jika dibandingkan dengan pembangunan pembangkit peaker lainnya yang mempunyai biaya pembangkitan lebih tinggi.

"Kami (baca: Pemerintah) berharap pengembangan PLTA Poso ini menjadi bagian realisasi pengembangan EBT sebagaimana telah ditetapkan di RPTUL PT PLN Persero 2018 s.d. 2027. Selain itu, ini menjadi salah satu contoh nyata proyek pengembangan EBT yang telah ditandatangani kontraknya pada tahun 2017 dan berjalan proses konstruksinya," ungkap Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana yang turut hadir pada peninjauan PLTA Poso. Turut hadir pada peninjauan tersebut Dirjen Ketenagalistrikan, Andy N Sommeng dan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Saleh Abdurrahman. (RWS)