Pelaksanaan Rail Test B20 Telah Berakhir, Tunjukkan Hasil Positif

Selasa, 21 Agustus 2018 | 11:23 WIB | Humas EBTKE

LAMPUNG – Pelaksanaan Rail Test untuk B20 dan B0 untuk lokomotif Progress Rail/EMD CC205 memasuki tahap akhir untuk uji di lapangan. Lokomotif ini tiba di Depo Tanjung Karang, Lampung untuk melakukan perawatan 6 bulanan pada pekan lalu (14/8). Sebelumnya pada 9 Agustus 2018 juga telah dilakukan kegiatan yang sama untuk lokomotif GE CC206 di Depo Kertapati, Palembang. Rail Test lapangan telah selesai dilaksanakan untuk 2 lokomotif namun kajian rail test secara keseluruhan masih menunggu pengujian di laboratorium khususnya untuk uji material.

Tujuan yang ingin didapatkan dari Rail Test B20 ini adalah untuk memastikan permasalahan dalam B20 pada kereta api. Apabila hasil kajian rail test ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki atau disesuaikan, semua pihak berkomitmen untuk memperbaiki/menyesuaikan dengan hasil rail test serta memperhatikan kewajiban penggunaan bahan bakar nabati (biofuel) secara bertahap sesuai ketentuan perundangan berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga program B20 dapat berjalan di PT.KAI (Persero) dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis.

Apa itu Rail Test B20?

Merupakan rangkaian pengujian penggunaan bahan bakar dengan 20% campuran Biodiesel (B20) pada Lokomotif Progress Rail (EMD) dan General Electric (GE) milik PT.KAI yang digunakan untuk menarik kereta batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) dengan rute PP Stasiun Tanjung Enim – Stasiun Tiga Gajah – Stasiun Tarahan yang berjarak ±800 KM dengan waktu tempuh ±2,2 hari. Total waktu yang diperlukan untuk Rail Test B20 ini adalah 6 bulan, dimulai pada 10 Februari 2018. Dipilihnya kereta Babaranjang pada kajian ini dengan pertimbangan beban engine pada lokomotif yang menarik Babaranjang ini merupakan salah satu lokomotif dengan beban terberat dibandingkan lokomotif lain yang dimiliki oleh PT.KAI.

Tim yang terlibat dalam kegiatan Rail Test B20 ini adalah Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kemenko Maritim, PT. KAI, BPDP KS, BPPT, ITB, PT. Pertamina, APROBI, GE dan EMD.

Uji Jalan penggunaan 20 pada 2 lokomotif GE yaitu CC206 1516 yang berbahan bakar B20 menempuh jarak 58.550 km dan lokomotif CC206 1526 yang berbahan bakar B0 menempuh jarak 58.559 KM, yang dimulai pada 16 Februari 2018 dan berakhir tanggal 10 Agustus 2018. Kualitas Bahan Bakar B20 dan B0 yang digunakan pada rail test ini selama 5 bulan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan Pemerintah, dan selama uji jalan tidak pernah terjadi gangguan pada kedua lokomotif, filter nya pun masih berfungsi dengan baik (sudah memenuhi rekomendasi OEM periode penggantian filter yaitu selama 3 bulan).

Begitu pula dengan pengujian yang dilakukan pada lokomotif PRL/EMD yaitu CC205 1101 (B20) yang berbahan bakar B20 menempuh jarak 54.010 KM dan CC205 1106 (B0) yang berbahan bakar B0 menempuh jarak 54.127 KM selama 5 bulan. Untuk jarak tempuh 6 bulan, akan diketahui setelah performance test dilaksanakan. Kualitas Bahan Bakar B20 dan B0 yang digunakan pada rail test ini selama 5 bulan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan Pemerintah. Mesin lokomotif PRL/EMD CC 205 1106 yang berbahan bakar B0 pada saat rail test berjalan sempat mengalami kerusakan pada silinder 7 dan 8, dan dilakukan penggantian beberapa komponen namun kerusakan tersebut bukan diakibatkan dari bahan bakar. Untuk mesin Lokomotif PRL/EMD CC 205 1101 yang berbahan bakar B20 selama uji jalan tidak pernah mengalami gangguan. Filter pun masih berfungsi dengan baik.

Pada kegiatan perawatan 6 bulanan yang merupakan akhir dari kegiatan rail test, dilakukan beberapa kegiatan seperti berikut:

1. Performance Test

2. Pengambilan sampel bahan bakar dan minyak pelumas

3. Pelepasan dan pembongkaran komponen injector, High Pressure Fuel Pump, Hose, Fuel Filter dan Oil Filter untuk dilakukan uji material lebih lanjut.

Ketua Tim Teknis Kajian dan Uji Jalan Penggunaan B20, Dadan Kusdiana, menyampaikan bahwa dari hasil uji coba ini, tidak ada masalah dalam penggunaan B20 di dua jenis lokomotif milik PT.KAI. “Selama 6 bulan uji jalan penggunaan B20 pada KAI tidak mogok dan lokomotif jalan terus, persis seperti KAI pada biasanya, berarti tidak ditemukan masalah, pengujian meliputi performa mesin, perbandingan antara B0 dan B20, emisi gas buangan, dan juga dari sisi konsumsi bahan bakar”. Diharapkan hal ini dapat mendukung terlaksananya Program Mandatori B20 yang rencana nya akan resmi diterapkan mulai 1 September 2018, yang diperluas ke semua sektor termasuk kereta api.

Deputi Kepala Divisi Regional (Divre) IV PT.KAI Tanjung Karang, Asdo Artriviyanto juga menuturkan,”Dengan berbagai hal yang sudah diamati dalam Uji Jalan Penggunaan B20 pada PT KAI secara signifikan tidak ada masalah dari yang kita lihat”. (DLP)