Ditjen EBTKE Ajak Akademisi Percepat Pengembangan Bioenergi

Kamis, 30 Agustus 2018 | 16:25 WIB | Humas EBTKE

MANADO -Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) termasuk bioenergi membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk kalangan akademisi, antaralain mahasiswa. Mahasiswa sebagai kaum muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam upaya peningkatan public awareness terhadap pentingnya pemanfaatan energi hijau yang ramah lingkungan. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Bioenergi, Andriah Feby Misna saat membuka Bioenergy Goes To Campus pada Selasa lalu (28/8) di Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Bioenergi memiliki keistimewaan dibandingkan jenis energi terbarukan yang lain. Disamping untuk listrik, bioenergi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, baik untuk transportasi maupun untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti untuk penerangan dan memasak. Bagi daerah terpencil atau daerah- daerah yang tidak/belum memungkinkan untuk masuknya jaringan listrik PLN, maka pemanfaatanBioenergi sebagai energi lokal dapat menjadi solusi permasalahan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah tersebut.

"Beragam kendala dan tantangan dihadapi dalam pengembangan bioenergi, baik dari sisi ketersediaan bahan baku, harga keekonomian, masalah sosial maupun infrastruktur yang belum mendukung," ungkap Feby. "Dan salah satu kendala terbesar adalah kurangnya Sumber Daya Manusia andal yang memiliki keahlian dan keterampilan yang dapat mendukung percepatan pemanfaatan bioenergi dan keberadaan teknologi mumpuni yang memungkinkan harga bioenergi menjadi terjangkau," tambahnya.

Feby mengharapkan rekan-rekan mahasiswa dan institusi pendidikan di Indonesia untuk ikut serta dalam mempercepat pengembangan bioenergi di Indonesia melalui penciptaan sumber daya manusia(SDM) yang andal, riset-riset yang dapat menciptakan teknologi baru untuk mendukung dan pemanfaatan teknologi Bioenergi dengan biaya yang terjangkau dan tepat guna.

"Kami sadar membangun public awareness tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, diperlukan upaya keras dan tak kenal lelah dari berbagai pihak yang terlibat. Sejarah telah membuktikan bahwa kaum muda khususnya mahasiswa adalah agen perubahan yang sangat efektif," tuturnya.

Saat ini pemanfaatan bioenergi menjadi salah satu program prioritas dalam upaya percepatan pengembangan EBT oleh Pemerintah. Perluasan mandatori pemanfaatan Bioenergi yaitu biodiesel pada sektor transportasi yang dilaksanakan pada tahun 2018 ini diharapkan mampu mendongkrak capaian bauran EBT sampai dengan 23% pada tahun 2025. Untuk implementasi yang optimal, Pemerintah mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. (RWS)