Ditjen EBTKE dan GIZ Luncurkan Buku Dos and Don’ts, Dorong Peningkatan Kualitas Instalasi PLTS Off-Grid

Jumat, 31 Agustus 2018 | 16:07 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA - Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Harris bersama dengan Director of Energy Programme Indonesia/ASEAN for Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, Mr. Rudolf Rauch, hari ini (31/8) meluncurkan buku “Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya: Dos and Don’ts” di sela-sela workshop The 7th Indo-EBTKE ConEx 2018 yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta.

Pada kesempatan ini Harris menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan terus berupaya untuk melakukan percepatan untuk mencapai target 23% EBT pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kontribusi pembangkit EBT sebesar 45,2 GW, dan energi solar diharapkan menyumbang 6,5 GW, sementara capaian pemanfaatan energi solar saat ini baru 90 MWp.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah membangun pembangkit listrik dari energi terbarukan yang bersifat komunal seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat atau yang dikenal juga dengan Solar PV Mini Grids sebagaimana yang diatur oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2017.

"Hingga saat ini lebih dari 600 PLTS Terpusat yang dibangun Ditjen EBTKE melalui dana APBN dengan kapasitas yang bervariasi dari 10k Wp hingga 50 kWp," ungkap Harris. "Kondisi PLTS Terpusat tersebut saat ini juga bervariasi, ada yang masih dimanfaatkan dengan maksimal dalam kondisi yang sangat baik, ada yang dimanfaatkan meski tidak dalam kondisi yang baik, dan ada yang tidak bisa dimanfaatkan lagi karena dalam keadaan rusak sehingga harus direvitalisasi kembali," tambahnya.

Kondisi PLTS Terpusat yang rusak tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Selain karena masalah utama pengelolaan oleh masyarakat desa, penyebab lainnya juga mungkin pada porses pembangunan PLTS Terpusat dimana uji layak operasi (testing and inspection) menjadi salah satu kunci pentingnya.

Direktorat Jenderal EBTKE dan GIZ Jerman telah bekerja sama dalam pengembangan energi terbarukan dalam waktu yang cukup lama dalam berbagai proyek yang sangat strategis,salah satunya penyusunan buku PLTS Off-Grid yang dilaksanakan melalui proyek Energising Development (EnDev) Indonesia. Buku "Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya: Dos and Don’ts"  ditulis untuk dapat mendorong peningkatankualitas instalasi PLTS off-grid yang sudah maupun akan dibangun. Buku ini menyajikan lebih dari 600 foto instalasi PLTS off-grid yang telah dibangun, dan disertai dengan rekomendasi dan landasan teori singkat tentang kondisi di dalam foto tersebut. "Buku ini diharapkan dapat dijadikan rujukan di dalam proses perancangan, pemasangan, proses verifikasi, serta pengoperasian dan pemeliharaan sistem PLTS off-grid sehingga keamanan dan keandalan sistem dapat terjamin, umur pakai komponen meningkat, operasional yang lebih efisien, resiko kerusakan yang kecil, dan memahami apa yang harus dilakukan jika terjadi kerusakan," tutur Harris.

"Kami berharap buku ini dapat membantu semua pihak untuk mendukung Pemerintah dalam program percepatan pengembangan EBT. Bisa sebagai pedoman bagi yang merawat dan bisa jadi panduan bagi yang akan membangun”, pungkasnya. (RWS)