Inovasi Model Pembiayaan, Wujudkan Energi Berkeadilan di Jambi

Rabu, 5 September 2018 | 17:53 WIB | Humas EBTKE

SAROLANGUN - Selesainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi menandai keberhasilan inovasi baru model pembiayaan untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Pembangunan PLTMH Lubuk Bangkar merupakan  hasil kerja sama antara Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Direktorat Jenderal EBTKE-Kementerian ESDM dengan dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui dana zakat dan Bank Jambi dengan dana CSR untuk Pemenuhan Akses Listrik dan Pengentasan Kemiskinan di Provinsi Jambi.

Melalui inovasi model pembiayaan, UNDP bersama dengan Ditjen EBTKE didukung dana zakat dari BAZNAS sebesar 350.000 Dolar AS (sekitar Rp. 4,8 milyar) dan dana CSR dari Bank Jambi sebesar 281.357 Dolar AS (sekitar Rp 3,76 miliar). Dana ini dimanfaatkan untuk membangun satu unit PLTMH dan merevitalisasi tiga unit PLTMH yang memberikan akses listrik ke empat desa di Provinsi Jambi. Ini adalah dukungan pertama oleh BAZNAS dalam penggunaan dana zakat untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia dan bahkan mungkin di dunia.

Satu unit PLTMH baru yang telah dibangun di Desa Lubuk Bangkar memiliki kapasitas 60 kW dan telah beroperasi pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018. Sementara itu, 3 unit PLTMH yang direvitalisasi terletak di Desa Ngaol, Desa Air Liki dan Desa Air Liki Baru, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin memiliki kapasitas masing-masing sebesar 40 KW dan beroperasi dengan baik pada akhir Agustus 2018. Program ini memberikan akses listrik pada 4.448 orang dari 803 rumah tangga. Untuk menjaga keberlanjutan PLTMH ini, operator di setiap desa akan dilatih untuk mengelola pembangkit listrik tersebut.

"Pembangunan ini merupakan inisiatif bersama dari masyarakat yang diimplementasikan melalui kerja sama pendanaan dari beberapa pihak. Pembangunan baru dan revitalisasi PLTMH Jambi ini menjadi salah satu upaya mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat Indonesia. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung program ini," ungkap Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur EBTKE, Noor Arifin Muhammad saat menghadiri Peresmian PLTMH Lubuk Bangkar pada Rabu (5/9).

Selain itu, inisiatif PLTMH Jambi ini adalah salah satu wujud aplikasi yang nyata dari SDGs, khususnya dalam meningkatkan akses energi bersih dan terjangkau untuk mendukung pemberantasan kemiskinan dan peningkatan kemakmuran masyarakat. Tidak hanya memberikan akses listrik ke masyarakat, tetapi juga memberikan pengaruh jangka panjang terhadap pengembangan daerah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan nasional.

Desa Lubuk Bangkar adalah salah satu desa termiskin di Kec. Batang Asai. Akses menuju lokasi ini ditempuh selama 8-9 jam perjalanan darat dari Kota Jambi, dengan medan jalan tanah dan naik turun bukit. Tersedianya akses listrik ini, diikuti dengan program Baznas dan UNDP untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan listrik ini dipergunakan untuk proses penggilingan dan pengepakan biji kopi, produksi keripik pisang, peningkatan kerajinan tikar pandan dan pengolahan pakan ternak.

Desa Ngaol, Air Liki dan Air Liki Baru adalah desa paling ujung dari kecamatan Tabir Barat, yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat. Ditempuh selama 10 jam jalur darat dari kota Jambi, ditambah dengan 2 jam jalur sungai dengan perahu dan 30 menit sepeda motor dengan medan naik turun bukit yang curam.

“Pembangunan PLTMH ini sangat penting karena listrik yang masuk ke desa ini untuk pertama kali akan memberi harapan dan kesempatan bagi warga. Sebelumnya, proses persalinan terpaksa dilakukan dalam gelap gulita, anak-anak belajar dan beribadah dengan cahaya lilindan tanpa listrik, kesempatan untuk berwirausaha sangat kecil. Ini adalah contoh pertama bagaimana kemitraan inklusif antara UNDP, EBTKE-ESDM,  organisasi keagamaan (BAZNAS), dan sektor swasta (Bank Jambi) dapat memberdayakan masyarakat lokal dan berkontribusi pada pencapaian SDGs,” ungkap Cristophe Bahuet, Country Director UNDP Indonesia pada kesempatan yang sama.

Peresmian Lubuk Bangkar turut dihadiri Menteri Bappenas, Plt. Gubernur Jambi, Ketua BAZNAS, Bupati Sarolangun, Sekretaris Bappenas, Direktur Energi Bappenas, dan Direktur Utama Bank Jambi. (RWS)