PLTB Tolo I Jeneponto Segera Diresmikan, Lebih Cepat Dari Target

Senin, 24 September 2018 | 11:33 WIB | Humas EBTKE

JENEPONTO – Pagi itu, Jumat (21/9) angin yang bertiup setengah kencang dan matahari yang bersinar terik di Kampung Lengke-lengkese menjadi kombinasi yang menarik sebagai sambutan alam terhadap kedatangan rombongan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan DPR RI untuk meninjau PLTB Jolo I. Sambutan alam ini menguatkan optimisme Menteri ESDM, Ignasius Jonan sebagai pimpinan rombongan, akan progress pembangungan PLTB Jolo I yang segera dapat memberikan manfaat bagi masyarakatnya.

“Saya mengucapkan terima kasih, proyek ini progressnya baik, penyelesaiannya lebih cepat beberapa bulan dari yang sudah ditargetkan dan juga saya sangat terkesan dengan adanya kerja sama dan kontribusi yang baik dari masyarakat sekitar,” tutur Jonan.

Sebagai bagian dari Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit 35.000 MW sekaligus bagian dari upaya Pemerintah mencapai taget bauran energi nasional 23% yang berasal dari energi baru terbarukan pada tahun 2025 mendatang, PLTB Tolo I berkapasitas 72 MW dibangun di Kampung Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi Selatan. PLTB Tolo memiliki 20 turbin, masing-masing plat berkapasitas 3,6 MW dengan panjang blade 63 meter dan tarif sesuai PPA antara Konsorsium PT Redaya Energy Pte & PT Global Pacific Energy dengan PT PLN (Persero) sebesar 11,850 USD cent/kWh.

PLTB Tolo yang ditargetkan akan COD (Commercial Operation Date) pada tanggal 21 November mendatang ini dibangun dengan investasi sebesar 160,7 juta USD dengan kontraktor utama konstruksi adalah PT Pembangunan Perumahan Tbk dengan tingkat kandungan komponen dalam negeri mencapai kurang lebih 42%. Progress pembangunan saat ini mencapai 96,68%. Groundbreaking PLTB ini dilaksanakan pada 2 Juli 2018 lalu oleh Presiden RI, bersamaan dengan peresmian PLTB Sidrap.

Selain target penyelesaian proses konstruksi yang lebih cepat dari target, Jonan juga memberikan apresiasi atas kerja sama pihak PT Energi Bayu Jeneponto dengan masyarakat setempat dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kerja sama pihak manajemen PLTB Tolo 1 dengan masyarakat menurut saya bisa dijadikan percontohan, karena masih banyak juga proyek pembangunan yang besar dibidang kelistrikan juga energi, kerja samanya luar biasa, kita mengucapkan banyak terima kasih," lanjut Jonan.

Selain itu, pemanfaatan tenaga asing selama masa konstruksi proyek ini hanya 27 orang dan saat ini, dari 250 orang pekerja domestik, 122 orang di antaranya adalah tenaga kerja lokal. Tenaga kerja asing pada saat operasi nanti direncanakan hanya 1 orang saja. (RWS)