Pemerintah Buka Peluang Kerjasama EBT Indonesia-Uni Eropa

Tuesday, 30 October 2018 | 12:46 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan investasi di bidang energi baru, energi terbarukan dan konservasi energi (EBTKE), Pemerintah Indonesia membuka kesempatan kepada para pemangku kepentingan, lokal maupun global, yang dapat menjadi partner dalam mengembangkan sub sektor EBTKE di Indonesia, tak terkecuali negara Uni Eropa. Tahun ini, Indonesia menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tahunan Green Energy Technology (GET) oleh European Union Business Avenue in South East Asia (EUBA) yang dapat membuka peluang terjalinnya kerjasama antara Indonesia dengan Uni Eropa di bidang EBTKE, baik secara government to government maupun business to business.

EUBA merupakan business support programme yang dijalankan dan didanai oleh Uni Eropa. Program ini bertujuan untuk mendukung perusahaan-perusahaan EU untuk membangun kolaborasi jangka panjang dengan berbagai pemangku kepentingan di kawasan Asia Tenggara melalui business matchmaking dan jasa-jasa dukungan lainnya. Misi bisnis GET pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014, dan mendulang kesuksesan di setiap pelaksanaannya.

“Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030. Dengan bantuan investasi luar negeri, Pemerintah optimis dapat mengurangi emisi bahkan hingga mencapai 41%,” ungkap Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Harris yang mewakili Dirjen EBTKE membuka pertemuan Market Briefing Conference, bagian dari acara GET-EUBA.

Harris juga menyampaikan bahwa penggunaan teknologi bersih sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan semangat peningkatan pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan yang, selain dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern akan energi, juga merupakan upaya pengurangan karbon emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil. Oleh karenanya Pemerintah sangat mengharapkan investasi untuk pengembangan sektor EBT di Indonesia.

"Pengembangan EBT di Indonesia dititikberatkan pada aspek-aspek kesejahteraan sosial, penciptaan iklim bisnis yang kondusif, serta faktor-faktor pertumbuhan ekonomi. Pengembangan EBT difokuskan kepada ketahanan energi, peningkatan rasio elektrifikasi, penyebaran yang merata, dan harus dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Harris.

"Investasi di bidang EBT dimaksudkan agar dapat memberi keuntungan kepada masyarakat luas. Oleh sebab itu, untuk mempermudah pengembangan EBT, Pemerintah melaksanakan reformasi birokrasi, terutama kepada proses dan pelayanan investasi seperti simplifikasi perijinan, menyusun pengaturan perijinan secara online, serta pelaksanaan good governance," tambahnya. Menurut Harris, upaya-upaya ini dilaksanakan oleh Pemerintah dapat meningkatkan investasi dan pengembangan sektor EBT di Indonesia.

Negara-negara Uni Eropa sendiri telah lama memanfaatkan sumber-sumber EBT untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya akan energi, dan memiliki teknologi dan pengalaman yang mumpuni. Selain itu, negara-negara Uni Eropa juga telah berhasil menerapkan efisiensi energi dengan baik, dan hingga kini terus berupaya untuk mengurangi emisi karbon dari bahan bakar fosil. (RWS/ASP)