PJU-TS Dukung Percepatan Pembangunan Kabupaten Wonogiri

Rabu, 9 Januari 2019 | 17:10 WIB | Humas EBTKE

 

Wonogiri - Pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Kabupaten Wonogiri merupakan bentuk sinergi program Pemerintah Pusat dan Daerah yang mendukung percepatan pembangunan dengan mendorong peningkatan perekonomian kesejahteraan masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santoso saat menyampaikan sambutan pada Peresmian PJU-TS di Wonogiri pada Rabu (9/1).

"Kami berterima kasih kepada segenap pihak yang telah mendukung Program PJU-TS. Ini merupakan bentuk sinergi antara program yang dilaksanakan di daerah dan program yang dirancang pemerintah pusat menjadi satu kesatuan yang saling mendukung dan terpadu," tuturnya. "Program PJU-TS di Kab. Wonogiri ini adalah upaya dalam rangka mendukung percepatan pembangunan untuk peningkatan perekonomian kesejahteraan masyarakat dalam serta ikut mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan umum di kab. Wonogiri bisa terlaksana dengan baik," lanjut Edy.

Kabupaten Wonogiri mendapatkan alokasi pemasangan PJU-TS sebanyak 431 unit, yang tersebar pada beberapa kecamatan. Pembangunan PJU-TS ini merupakan usulan Pemerintah Kabupaten yang diinisiasi Anggota Komisi VII DPR RI.



Bagi masyarakat Wonogiri sendiri, keberadaan PJU-TS memberikan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas malam hari. "Setelah ada penerangan bnyak dilewati warga lebih aman nyaman, warga sangat memelihara keberadaan lampu. Harapan kedepannya agar pohon disekitar bisa dipotong karna lama kelamaan akan menghalangi penerangan jalannya," tutur Marwan, warga Desa Gunung Wijil, salah satu titik lokasi pemasangan PJU-TS.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal ESDM, Akhmad Syakhroza menegaskan bahwa Program PJU-TS ini merupakan wujud nyata dan kesungguhan Kementerian ESDM dalam mewujudkan energi berkeadilan melalui pemanfaatan energi terbarukan.  "Kementerian ESDM saat ini sungguh - sungguh menerapkan energi berkeadilan, energi berkeadilan sangat penting karna merupakan wujud dari sila ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia", ujarnya.

Syakhroza juga mengungkapkan bahwa sebagian besar anggaran Kementerian  ESDM saat ini dikembalikan untuk kepentingan masyarakat  guna mewujudkan pemerataan bagi masyarakat yang hidup jauh dari perkotaan yang selama ini belum mendapatkan akses pelayanan energi dan belum mendapatkan fasilitas listrik. "Kementerian ESDM menginginkan masyarakat yang kurang mampu didaerah pedalaman atau terpencil dan tertinggal seharusnya menikmati juga energi yang berkeadilan," pungkasnya.

 


Contact Center