LTSHE Terangi Lebih Dari 500 Keluarga di Sumba Tengah

Minggu, 3 Februari 2019 | 12:00 WIB | Humas EBTKE

SUMBA TENGAH – Sebanyak 531 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya dapat menikmati penerangan di malam hari setelah Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) memasang Lampu Tenaga Surya Hemat Energi di wilayah tersebut pada tahun 2018. Penyerahan LTSHE kepada Pemerintah Kabupaten setempat telah dilaksanakan pada Jumat lalu (01/02) di Desa Umbu Kawolu Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat, bersamaan dengan penyerahan LTSHE di Desa Maudemo Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.

"Pemasangan LTSHE ini merupakan program yang langsung menyentuh kebutuhan warga masyarakat, termasuk untuk warga Umbu Kawolu," ungkap Deputi Keuangan SKK Migas, Parulian Sitohang yang hadir saat pelaksanaan penyerahan. Parulian menuturkan bahwa sejak tahun 2017 terdapat lima provinsi yang mendapatkan pemasangan LTSHE, sementara pada tahun 2018 meningkat menjadi 16 provinsi. Untuk Provinsi NTT telah dilaksanakan pemasangan LTSHE sebanyak 4.293 unit yang tersebar di beberapa kabupaten. "Dengan keterbatasan anggaran yang ada kami akan perjuangkan dengan program-program yang menyentuh masyarakat. Kami akan coba semua akan ada penerangan kepada kita semua untuk membantu anak belajar dan ibu menenun serta mengairi sawah", lanjut Parulian.

Bagi masyarakat Sumba Tengah, khususnya warga Desa Umbu Kawolu, hadirnya LTSHE menjadi suatu keberkahan. "Jujur kami sampaikan masyarakat Umbu Kawolu bagaikan menemukan telaga di padang pasir, karena sejak nenek moyang tidak ada lampu, apalagi LTSHE seperti ini," ungkap bahagia Kepala Desa Umbu Kawolu, Stevanus dihadapan rombongan perwakilan Pemerintah Kabupaten dan Kementerian ESDM.

Stevanus menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan ini dan berharap Pemerintah dapat melanjutkan program pemasangan LTSHE di Desa Umbu Kawolu agar semua warganya dapat menikmati penerangan di malam hari. Kondisi geografis seperti perbukitan dan letak rumah penduduk yang terpisah jauh antara satu dengan yang lainnya, dimana jarak antara satu rumah dengan rumah yang lainnya sekitar 500 meter atau sampai 1-2 kilo meter dan berada ditengah hutan membuat wilayah ini tidak dapat dijangkau oleh listrik jaringan PLN.

Senada dengan Stevanus, Soleman Umbu Raisi, salah seorang penerima LTSHE dari Dusun III juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pemasangan LTSHE di dusunnya. "Pada kesempatan pertama patut kita bersyukur kepada Tuhan YME, saya dari Dusun III, kami berterima kasih kepada Kementerian ESDM yang telah melayani memberikan bantuan yang belum belum pernah kami rasakan sebelumnya," tuturnya.

Sementara itu, menurut Wakil Bupati Sumba Tengah yang turut hadir, Daniel Landa, kehadiran LTSHE di Sumba Tengah dapat memberikan dampak yang signifikan di Sumba Tengah khususnya industri rumah tangga, baik tenunan maupun anyaman. Pemerintah Kabupaten mengharapkan seluruh masyarakat penerima untuk tidak terlena dan memelihara dengan baik infrastruktur yang telah diserahkan.

Pemasangan LTSHE di Kabupaten Sumba Tengah tersebar di 8 (delapan) desa, berada di 4 (empat) kecamatan, yaitu Desa Pondok, Umbu Kawolu, dan Anapalu di Kecamatan Umbu Ratu Nggai; Desa Mata Redi di Kecamatan Katikutana; Desa Praikarokujangga, Lenang Selatan, dan Tanambanas Selatan di Kecamatan Umbu Ratu Nggai; dan Desa Malinjak di Kecamatan Katikutana Selatan.

Ditjen EBTKE Kementerian ESDM menganggarkan sebesar Rp 595 miliar untuk Program Pembagian dan Pemasangan LTSHE tahun 2018 untuk menerangi 172.996 Kepala Keluarga (KK) yang belum terlistriki di seluruh Indonesia. Khusus Provinsi NTT, pada tahun 2018, Ditjen EBTKE telah selesai melaksanakan pendistribusian dan pemasangan LTSHE di 9 Kabupaten/Kota (Ende, Flores Timur, Lembata, Alor, Sumba Timur, Sumba Tengah, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu) dengan jumlah desa sebanyak 52 desa dan 4.293 KK penerima. (RWS/DLP)


Contact Center