Lagi, Aset Infrastruktur Senilai Rp 220 Miliar Diserahterimakan ke Pemda

Selasa, 9 Juli 2019 | 13:45 WIB | Humas EBTKE

YOGYAKARTA – Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) hari ini (9/7) kembali melaksanakan serah terima infrastruktur EBTKE atau Barang Milik Negara (BMN) kepada Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah/Pemerintah Kota sebanyak 8.224 unit, yang tersebar di 58 Kabupaten dan 2 Provinsi. Adapun total anggaran pembangunan infrastruktur ini yaitu sebesar Rp 205,05 miliar. Pada kesempatan yang sama, Badan Geologi KESDM juga turut menyerahterimakan asetnya sebanyak 37 unit  sumur bor senilai Rp. 15,01 miliar, sehingga total BMN yang diserahterimakan dari Kementerian ESDM kepada Pemda sebanyak 8.261 unit dengan nilai total kurang lebih sebesar Rp.220,06 miliar.

Hadir pada kesempatan ini, Gubernur Sulawesi Tengah, Longky Djanggola, dan beberapa Bupati dari Penukal Abab Lematang Ilir, Tambrauw, Tapanuli Selatan dan Bantaeng, serta Walikota Probolinggo dan Kupang. “Saya sangat mengapresiasi dari Pimpinan Daerah dalam hal ini khususnya Gubernur Sulawesi Tengah, para Bupati, Walikota, Kepala Dinas, dan Sekda yang hadir dalam acara ini, karena ini mewujudkan sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah didalam pembangunan sektor energi, yaitu bagaimana kita melihat akses masyarakat kepada energi dengan perwujudan nya berupa pemberian lampu tenaga surya kepada rumah tangga yang belum akses listrik”, pungkas Dirjen EBTKE, F.X. Sutijastoto, yang hadir sekaligus membuka kegiatan ini. Hadir pula Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Prof. Syahroza, yang terus bertugas untuk mengawal dan mengawasi seluruh kegiatan pengadaan barang dan jasa, termasuk pekerjaan pembangunan infrastruktur, serta Sesditjen EBTKE, selaku Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (KPA/KPB) yang akan bertindak menandatangani seluruh Berita Acara Serah Terima dan Naskah Hibah.

Toto menjelaskan, dengan masuknya listrik ke daerah yang belum terlistriki akan mempengaruhi perekonomian desa tersebut dan nanti diharapkan setelah dibantu Pemerintah Pusat, PLN akan membantu melalui listrik pedesaan, yang fokusnya pada Indonesia Timur. Tahun 2020,program ini akan ditingkatkan, yang di tahun 2019 Ditje EBTKE memberikan bantuan PJUTS sebanyak 21.000 unit, di tahun depan, 2020, akan menambah dua kali lipat menjadi 50.000 unit.

Untuk Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), sampai dengan tahun 2019, ditargetkan akan didistribusikan kepada 350.000 rumah tangga dan tahun 2020 Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE akan membangun PLTS rooftop untuk gedung-gedung Pemerintah dan sosial, yang pada intinya untuk membantu mengurangi beban bayar listrik, direncanakan mencapai total kapasitas 10.000 MW.

“Dan ini semua berasal dari anggaran kita yang 50% dikembalikan ke masyarakat, tahun depan anggaran kami meningkat namun akan diserahkan kepada masyarakat 60%. Ini semua ada pertanggungjawabanya sinergi nya adalah kami menyiapkan asetnya namun kami perlu bantuan dari daerah untuk memelihara nya, begitu setelah kita serahterimakan mohon dapat dikelola dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi sesame”, ungkap Dirjen Toto.

Adapun rincian 8.224 unit BMN EBTKE yang diserahterimakan hari ini, antaralain terdiri dari:

-       7.932 unit PJU Tenaga Surya

-       1 unit PLTMH

-       9 unit PLTS Terpusat

-       2 unit PLT Hybrid

-       9 unit Revitalisasi PLTS Terpusat

-       1 unit Revitalisasi PLTMH

-       2 unit Revitalisasi PLT Hybrid

-       2 unit Penyambungan PLT Hybrid

-       2 unit Biogas Komunal

-       264 Lampu LED Retrofit beserta alat ukur. (DLP)


Contact Center