Pemerintah Harapkan Dukungan Penuh Stakeholder EBTKE Untuk Akselerasi Pengembangan Energi Surya

Jumat, 12 Juli 2019 | 11:05 WIB | Humas EBTKE

SURABAYA - Pemerintah mengharapkan kerja sama dan gelombang semangat yang sama dari semua pemangku kepentingan dalam upaya akselerasi pengembangan energi baru terbarukan, khususnya energi surya. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Harris pada INDOSOLAR Expo & Forum 2019 kemarin (Kamis, 11/7).

“Harapan-harapan yang belum tercapai, langkah-langkah yang belum maksimal, peluang-peluang yang sudah ada di depan mata tetapi belum kita eksekusi secara baik, kami menyadari penuh itu membutuhkan kerja sama dan juga semangat yang sama, dan tentunya banyak hal-hal yang perlu dipenuhi sebagai persyaratan untuk kita bisa maju lebih lagi kedepannya dalam pengembangan energi baru, terbarukan,” tandasnya.

Harris mengakui bahwa akselerasi energi surya untuk mencapai target 1 GW pada tahun 2020 bukanlah hal baru, tetapi dipahami sebagai suatu terobosan di tengah-tengah kesulitan untuk bisa mengembangkan energi baru terbarukan. "Memang untuk mencapai 23% itu ibaratnya mobil yang sudah mau mencapai finish di 2025 namun belum ada tanda-tanda percepatan yang signifikan. Jadi banyak yang pesimis apakah bisa 23% itu dicapai,” aku Harris.

Ia menyampaikan kondisi yang saat ini dialami dalam upaya pengembangan energi terbarukan khususnya energi surya. Kalau dilihat dari permasalahan di dalam negeri, khususnya energi secara keseluruhan, satu hal yang sangat mengemuka adalah akses energi kita belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. "Kami mencatat rasio elektrifikasi saat ini 98,5%. Masih ada 1,5% yang belum berlistrik. Itulah yang akan ditargetkan di 2019-2020 ini yaitu 99,9%. Ini adalah satu kondisi yang bisa dijawab dengan adanya PLTS ini," tutur Harris.

Isu lain terkait energi, lanjut Harris adalah affordability. Menurutnya di banyak tempat,  masyarakat tidak dapat menyambung jaringan listrik padahal jaringan listriknya sudah ada.  Sehingga ada program tersendiri untuk itu, dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi. Terakhir adalah isu energy security. "Tentunya ini adalah isu nasional yang kalau dikaitkan dengan PLTS juga sangat relevan. Ini adalah salah satu hal yang sangat kita dukung, dengan adanya PLTS kita harapkan bisa memperkuat keamanan energi kita,"ujar Harris.

Selanjutnya menurut Harris ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencapai target bauran EBT antara lain perlunya Pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur, khususnya EBT melalui pendanaan baik dari APBN ataupun dengan mendorong keterlibatan swasta dalam penyediaan energinya. Untuk itu Pemerintah juga sudah memberikan ruang untuk adanya intensif investasi pengembangan tenaga surya.

“Dengan perhatian kita bersama saya rasa ini akan menjadi upaya kita, mampu meningkatkan investasi dan berkontribusi maksimal terhadap pengembangan EBT, khususnya tenaga surya dan sekaligus juga menjadi pemicu agar industri EBT lainnya dapat menjadi berkembang di Indonesia, sehingga target bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025 dapat kita capai,” pungkasnya.

Pada kegiatan Indosolar Expo & Forum 2019 ini, Direktorat Jenderal EBTKE juga mengikuti kegiatan Pameran dengan membuka stand/booth yang menampilkan berbagai layanan dan informasi khususnya tentang kebijakan dan perizinan terkait pemanfaatan energi surya di Indonesia. (RWS/DLP)


Contact Center