Inilah Para Pemenang Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi dan K3LL Panas Bumi

Sabtu, 28 September 2019 | 08:10 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA – Penghargaan Subroto, ajang penghargaan tertinggi Kementerian ESDM kepada para stakeholder yang memiliki prestasi luar biasa dalam memajukan sektor ESDM, telah selesai dilaksanakan dan secara langsung Menteri ESDM, Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar menyerahkan penghargaan ini kepada para pemenang di 10 bidang penghargaan, dalam Malam Penganugerahan Penghargaan Subroto yang digelar semalam (27/9) di XXI Ballroom Djakarta Theatre.

Dalam sambutannya, Menteri Jonan mengungkapkan bahwa acara penghargaan ini hendaknya direfleksikan untuk terus menyesuaikan semangat kerja yang lebih cepat dalam memahami perubahan dunia. Ia pun berbagi kisah bagaimana Pemerintah tengah siap menghadapi tantangan global dalam mengatasi perubahan iklim (climate change) melalui Energi Baru Terbarukan (EBT). “Saat saya menghadiri UN General Assembly, para pemimpin dunia komit untuk mengembangkan EBT termasuk Indonesia. Karena energi akan sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim," ujar Jonan. Ia pun mengajak para stakeholder untuk mengeksekusi segera pemanfaatan EBT jika tidak ingin dampak dari climate change menimbulkan efek negatif bagi kehidupan masyarakat. "Ini menjadi konsen besar yang harus dilakukan bersama-sama,"  pungkasnya.

Penghargaan Subroto telah memasuki kali ketiga penyelenggaraan nya, sejak tahun 2017. Nama Subroto sendiri diambil dari Prof. Subroto selaku Menteri Pertambangan dan Energi Periode 1978-1988. Prof. Broto, begitu ia akrab dipanggil, selalu hadir di malam penganugerahan Penghargaan yang mengusung nama nya ini.

“Kita harus mengingat apa yang telah diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, tentang leadership, yaitu ‘ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani’. Bagi yang sudah 80-90 tahun, peranan dari leadership berubah menjadi seorang yang menanam semangat di tengah-tengah kita. Hanya dengan kehadiran saja itu sudah memberikan inspirasi. Jadi yang penting, ketika sudah masuk usia lansia, masih bisa aktif” demikian nasehat Prof Broto yang tepat berusia 96 tahun pada 19 September lalu.

Adapun 10 Bidang Penghargaan Subroto yang diberikan di tahun 2019 ini, yaitu:

-       Wartawan Energi

-       Efisiensi Energi Nasional

-       Kepatuhan PNBP Mineral dan Batubara

-       Keselamatan Ketenagalistrikan

-       Keselamatan Minyak dan Gas Bumi Tanpa Kehilangan Jam Kerja Akibat Kecelakaan

-       PNBP Minyak dan Gas Bumi Terbesar

-       Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara

-       Pengelolaan Perlindungan Lingkungan Mineral dan Batu Bara

-       Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lindungan Lingkungan Panas Bumi

-       Pengembangan SDM Terbaik

Penghargaan Bidang Subroto Bidang Efisiensi Energi Nasional adalah apresiasi kepara para pengguna energi baik Pemerintah maupun swasta yang telah berhasil menerapkan upaya-upaya konservasi energi di lingkungan masing-masing serta mendorong seluruh pengguna energi untuk melakukan konservasi energi. Kegiatan penghargaan bidang ini terinspirasi oleh kegiatan ASEAN Energy Award, yang pelaksanaannya telah berlangsung sejak tahun 2000, dan merupakan kegiatan tahunan regional ASEAN, yang diselenggarakan oleh Center for Energy (ACE) dalam rangka mempromosikan pemanfaatan energi baru terbarukan serta penerapan efisiensi dan konservasi energi di regional ASEAN. Indonesia selalu aktif mengirimkan nominasi peserta pada ajang ini. Ke depan, para pemenang untuk kategori Bangunan Gedung Hemat Energi dan kategori Manajemen Energi Pada Industri dan Bangunan Gedung yang memenuhi kriteria dan persyaratan akan diusulkan untuk menjadi calon peserta ASEAN Energy Award.

Sebagai bentuk apresiasi dan bentuk motivasi positif, penghargaan juga diberikan kepada badan usaha panas bumi yang telah secara baik dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lindungan Lingkungan (K3LL) panas bumi. Kegiatan pengusahaan panas bumi merupakan kegiatan yang memiliki resiko tinggu, membutuhkan teknologi tinggi dan investasi yang besar sehingga perlu dikelola dengan suatu sistem pengelolaan K3LL yang terintegrasi dalam sistem manajemen perusahaan. Kegiatan pengusahaan panas bumi akan memberikan hasil yang optimal apabila paradigma K3LL menjadi prioritas utama yang ditaati setiap Badan Usaha yang melakukan kegiatan di sektor panas bumi. (DLP)

Daftar lengkap pemenang Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi dan Bidang K3LL Panas Bumi, dapat diunduh di tautan berikut:

Pemenang Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi

Pemenang Penghargaan Subroto Bidang K3LL Panas Bumi


Contact Center