Gedung Ditjen EBTKE Kini Bernama Gedung Slamet Bratanata

Selasa, 22 Oktober 2019 | 13:15 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA – Dalam rangka penataan dan pemberian identitas gedung kantor di lingkungan Kementerian ESDM, gedung kantor Direktorat Jenderal EBTKE kini namanya menjadi Gedung Slamet Bratanata, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 46 K/93/MEM/2019 yang mengatur tentang Penetapan Nama Gedung Kantor di Lingkungan Kementerian ESDM. Penetapan nama tersebut juga merupakan wujud penghargaan dan penghormatan kepada para tokoh bangsa di sektor energi dan sumber daya mineral, dimana nama para tokoh ESDM diabadikan namanya sebagai nama gedung di lingkungan Kementerian ESDM.

Slamet Bratanata adalah Menteri ESDM keempat periode 1966 – 1967 pada Kabinet Ampera I (25 Juli 1966 – 17 Oktober 1967), di masa Pemerintahan Presiden Soekarno, yang kala itu bernama Menteri Pertambangan. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Menteri Urusan Jalan Raya Sumatera pada Kabinet Dwikora I dan Dwikora II (27 Agustus 1964 – 28 Maret 1966). Sebelum menjadi Menteri, Slamet Bratanata juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal di Kementerian Industri Dasar dan Pertambangan pada tahun 1960an.

Slamet Bratanata menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung pada tahun 1954 dan meraih gelar Insinyur mesin pertama. Ia merupakan salah satu Pendiri Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB), serta turut mendirikan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) pada 23 Mei 1952 di Kota Bandung, bersama Ir. Djuanda Kartawidjaja dan kawan-kawan. Jumlah insinyur yang belum banyak pada saat itu, menjadi tantangan tersendiri karena kiprah para insinyur sangat dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur baik fisik dan non fisik bagi kemajuan dan kemakmuran bangsa.

“Dibawah kepemimpinan beliau terjadi penandatanganan Indonesia dengan Freeport pada tanggal 7 April 1967 yaitu eksploitasi tambang di Irian Jaya. Nah apabila dicermati penandatanganan ini ada effort, negosiasi yang luar biasa dan disitulah peran beliau sehingga bisa bermanfaat bagi Indonesia di awal-awal kemerdekaan. Jadi pola pikir beliau itu bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Direktur Jenderal EBTKE F.X Sutijastoto saat meresmikan Gedung Slamet Bratanata pada Selasa (22/10).

“Dan yang penting lagi, beliau mempunyai falsafah dalam mengemban amanah itu harus jujur, harus bisa memberikan teladan kemudian transparan dan akuntabel, nah inilah yang harus menjadi pedoman dan teladan kita dalam mengembangkan EBTKE,” imbuh Dirjen Toto. Ia mengharapkan Ditjen EBTKE dapat meneladani upaya dan giat Slamet Bratanata dalam membangun negara ini, yaitu dengan membuat terobosan-terobosan baru dalam pengembangan EBT, diantaranya menciptakan economy value dengan mengembangkan pasar-pasar baru agar ada peningkatan permintaan EBT dalam jumlah yang besar.

“Semoga gedung ini bisa membawa keberkahan bagi kita semua, dan dapat mendukung program Pemerintah khususnya program energi berkeadilan melalui Ditjen EBTKE,” pungkasnya. (RWS/DLP)


Contact Center