Menteri ESDM : Saya Membuka Pintu Dialog Untuk Memaksimalkan Program EBTKE

Rabu, 6 November 2019 | 11:50 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA – Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa pengembangan EBTKE akan diakselerasi guna mencapai target bauran energi sebesar 23% pada 2025. Ia akan mengevaluasi dan akan duduk bersama dengan para stakeholder untuk dapat menentukan strategi dan rencana yang dapat dilaksanakan ke depan. Hal ini diungkapkan pada sambutannya ketika Menteri Arifin membuka secara resmi kegiatan The 8th Indonesia EBTKE ConEx 2019 yang digelar di Hall C JI Expo Kemayoran, Jakarta hari ini (6/11).

Tak hanya itu, Menteri ESDM pun menyampaikan bahwasanya forum kegiatan seperti Indo EBTKE Conex merupakan kegiatan yang baik karena Pemerintah akan banyak mendapat masukan yang bermanfaat untuk menentukan arah kebijakan energi nasional ke depan.

“Saya akan membuka pintu seluas-luasnya untuk berdialog bagaimana kita bisa menampung ide-ide terbaik yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi negara kita, untuk itu lah saya sangat berharap inisiatif ini terus dikembangkan, tak cukup melalui kerja sama, tapi juga harus mengeksekusinya dengan baik.” pungkasnya.

Kini, dunia internasional tengah concern dengan masalah emisi dan dampaknya setelah inisiasi di Paris Agreement, yang sekarang sangat dirasakan perubahannya. Tentu inisiasi ini juga merupakan peluang timbulnya bisnis baru yang terkait dengan isu dan masalah energi. Menteri ESDM juga mengungkapkan, menurut data potensi EBT di Indonesia sebesar 400 GW namun baru terealisasikan sekitar 8% atau sekitar 32 GW, maka harus dibuat perencanaan agar energi baru terbarukan harus dimanfaatkan secara optimal, semaksimal mungkin.

Menteri Arifin mengajak seluruh stakeholders terkait untuk terus mensosialisasikan program-program EBT kepada masyarakat sehingga inisiatif dari masyakarat untuk menggunakan energi bersih akan terbentuk bahkan dapat mendorong pemanfaatan EBT.

Pada kegiatan pembukaan acara Indo EBTKE ini, Menteri ESDM bersama Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, Suryadharma Ali, juga turut menyaksikan penandatanganan sebanyak 10 Nota Kesepahaman terkait pengembangan energi baru dan terbarukan oleh berbagai pihak, antara lain kerja sama pihak METI dengan Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikul Aceh dan Universitas Darma Persadha, Perjanjian Pembiayaan Pengadaan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel untuk Pencampuran Jenis Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Periode Januari-Desember 2020 antara BPDP KS dengan 19 Badan Usaha dan Nota Kesepahaman Sertifikasi antara Lembaga Sertifikasi Profesi Energi Terbarukan Bidang Energi Hidro, Surya, Angin dan Bioenergi dengan Universitas Mataram, 2 Badan Usaha dan Pemerintah Daerah Bali.

Tentang The 8th Indonesia EBTKE ConEx 2019

Indonesia EBTKE ConEx tahun 2019 merupakan ajang kali kedelapan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), yang dilaksanakan selama (3) tiga hari, mulai tanggal 6-8 November 2019 di Hall C, JI Expo Kemayoran Jakarta. Mengambil tema Energy Transition Towards Sustainable Energy Era, kegiatan Indo EBTKE ConEx terdiri dari kegiatan conference, Workshop  dan kegiatan pameran tentang energi baru dan terbarukan yang diikuti oleh 80 perusahaan. (DLP)


Contact Center