Kejar Target Panas Bumi, Menteri Arifin: Masih Ada Peluang Dengan Sinergi Semua Stakeholder

Selasa, 8 September 2020 | 13:10 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA – Energi panas bumi merupakan salah satu tulang punggung penyediaan energi nasional di masa mendatang dengan potensi panas bumi lebih dari 23 GW. Indonesia dianggap sebagai salah satu negara dengan potensi terbesar di dunia. Pengembangan panas bumi akan dapat mencapai target sesuai Kebijakan Energi Nasional sekitar 7.241,5 MW.  Sayangnya, kapasitas terpasang panas bumi saat ini hanya 2,13 GW. Artinya hanya 8% dari total potensi yang dimanfaatkan. Oleh karena itu, peluang pemanfaatan energi panas bumi masih terbuka lebar dan dibutuhkan jaringan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

“Yang lebih penting, dibutuhkan sinergi dan gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan di pusat dan daerah, pelaku bisnis, intrapreneur, akademisi dan masyarakat sebagai penerima manfaat untuk mengejar target pengembangan panas bumi di Indonesia,” ungkap Menteri Arifin saat menjadi keynote speaker dalam Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIGGC) 2020 yang berlangsung pada hari ini (Selasa, 8/9).

Menurut Arifin, aspek keamanan ekonomi, pendanaan proyek pemerintah dan aspek sosial yang dihadapi pengembang panas bumi di seluruh Indonesia relatif beresiko tinggi. Tidak hanya dibandingkan dengan industri panas bumi di negara lain, tetapi juga dibandingkan dengan pengembangan energi terbarukan dalam negeri lainnya. Hal tersebut biasanya mempengaruhi tingkat daya saing industri panas bumi untuk mempercepat pengembangan panas bumi.

Lebih lanjut Arifin menjelaskan beberapa upaya telah dilakukan Pemerintah untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain penerbitan regulasi baru untuk memberikan berbagai peluang pengembangan panas bumi, mendorong pengembang melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, serta mendorong Pemerintah daerah mengoptimalkan penggunaan pendapatan daerah dari bonus produksi untuk pengembangan masyarakat di sekitar wilayah proyek.

Tak hanya itu, Pemerintah juga tengah mendorong pembangunan daerah melalui Program Pulau Panas Bumi Flores guna memenuhi kebutuhan elektrifikasi Pulau Flores melalui pemanfaatan energi panas bumi. Program ini juga bertujuan untuk menduplikasi program di daerah lain setelah berjalan dengan baik untuk mendorong investasi. Pemerintah juga telah memperkenalkan skema pengembangan potensi melalui pemboran pemerintah, dimana kegiatan eksplorasi dilakukan oleh pemerintah.

“Saat ini, Pemerintah juga sedang menyiapkan kebijakan untuk mengatur ulang harga energi terbarukan guna meningkatkan investasi di bidang energi terbarukan, termasuk pembangunan pemerintah,” pungkas Arifin.

Tentang DIGGC 2020

Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIGGC) 2020 merupakan agenda tahunan bidang panas bumi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), yang pada tahun-tahun sebelumnya diselenggarakan dalam format Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE). DIGGC 2020 berlangsung pada tanggal 8 s.d. 10 September 2020, sekaligus forum Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) API. Gelaran tahun ini meliputi meliputi program Virtual Technical Paper Presentation Virtual Convention, Virtual Workshop dan Virtual Field Trip.

DIIGC merupakan wujud keseriusan API atas dukungan asosiasi tersebut terhadap upaya-upaya Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional khususnya energi panas bumi, yang telah diselenggarakan sejak tahun 2013 secara berturut – turut. Acara tahunan ini akan selalu menjadi forum dan momen besar dalam mempertemukan lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, investor, perusahaan jasa, akademisi, dan pakar industri panas bumi untuk berkumpul bersama, berbagi perkembangan terbaru baik regulasi maupun teknologi mengenai industri panas bumi.

Eko Agung Bramantyo selaku Ketua Panitia Penyelenggaraan DIIGC 2020 menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan lebih dari 1000 delegasi menghadiri convention yang terdiri dari perusahaan pengembang panasbumi, perusahaan pelayanan panasbumi, perusahaan pendukung, pemerintah, serta mahasiwa. Kegiatan ini telah dimulai sejak tanggal 1 - 4 September 2020 dengan sesi Virtual Technical Paper Session dimana jumlah total paper terkumpul 41 full paper (terdiri dari 17 professional & 24 universitas) serta Full Paper yang diterima 21 presentasi (terdiri dari 15 profesional & 6 universitas) dan 10 poster (terdiri dari 2 profesional & 8 univertas). Tujuan Virtual Field Trip DIIGC 2020 tahun ini adalah Lumut Balai Geothermal Field (Pertamina Geothermal Energy Power Plant. Acara ini juga dilaksanakan dengan kegiatan donasi bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi saat ini.

“Dukungan untuk terus menggali potensi Panas Bumi di Indonesia akan terus diberikan. Panas bumi memberikan banyak manfaat. Bukan hanya energi listrik yang kita rasakan, melainkan juga manfaat dari segi sosial, ekonomi, hingga pembangunan daerah. Berdasarkan target pemasangan energi panas bumi dengan energi yang sudah terpasang, potensi energi panas bumi masih bisa dimaksimalkan,” pungkasnya. (RWS/DLP)


Contact Center