Guru SMAK Penabur Se-Jakarta Antusias Belajar EBTKE

Jumat, 15 Februari 2019 | 14:25 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA – Sebagai salah satu sarana peningkatan pemahaman dan pembelajaran mengenai program dan strategi Pemerintah khususnya di subsektor EBTKE, hari ini (15/2) Direktorat Jendral EBTKE menerima kunjungan sekaligus menggelar diskusi bersama Guru SMA Kristen Penabur Jakarta. Peserta kunjungan merupakan para guru Geografi SMA Kristen PENABUR area Jakarta yang berjumlah 22 orang, yang antusias untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pengembangan energi alternatif, seperti energi surya dan energi bayu, serta implementasi kebijakan biodiesel.

Maria Trisnawati, koordinator guru-guru SMAK PENABUR Jakarta yang hadir, menyampaikan bahwa energi baru terbarukan kini telah menjadi topik pembelajaran dalam Kurikulum 2013. “Kunjungan ini memberikan gambaran yang lebih praktis dan bukan secara teoritis, sehingga kami berharap guru-guru dapat dengan mudah menyampaikan kepada anak-anak. Sehingga membuat anak-anak mudah memahami, serta menggugah pemikiran mereka untuk mengubah kebiasaan penggunaan bahan bakar fosil dan beralih kepada energi terbarukan”, ungkap Maria.

Pada gelaran diskusi, perwakilan Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE, Jackson Frans, selaku Kepala Sub Bagian Pengelolaan Informasi, menjelaskan mengenai kebijakan umum dan bauran energi yang ingin dicapai di tahun 2025 sebesar 23%, serta pengenalan akan beberapa program dan pencapaian infrastruktur Ditjen EBTKE. Hadir pula sebagai narasumber, Kepala Subdit Keteknikan dan Lingkungan Aneka EBT, Martha Relitha Sibarani, yang banyak berbagi pengetahuan mengenai proses bisnis dan berbagai implementasi aneka energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Tak hanya itu, topik panas bumi juga menjadi pembahasan dan tema diskusi yang menarik bagi para peserta yang adalah para guru geografi. Kepala Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi, Mustika Dedimantoro, menjelaskan secara detail baik itu proses pembentukan, eksploitasi serta pemanfaatan panas bumi di Indonesia. Selanjutnya, topik diskusi yang tak kalah menarik yaitu mengenai bioenergi. Ibu Faridha, selaku Kepala Subdit Keteknikan dan Lingkungan Bioenergi, banyak berbagi ilmu mengenai pengenalan istilah dan program mandatori B20 yang telah dicanangkan Pemerintah untuk menekan penggunaan energi fosil.

Seluruh peserta yang hadir sungguh antusias mengikuti sesi diskusi yang digelar, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama acara. Beberapa guru mengungkapkan bahwa diskusi yang digelar sangat mereka perlukan untuk dapat menjawab berbagai hal dan utamanya untuk membantu bahan pengajaran kepada anak didik. Tak lupa di akhir diskusi, Ditjen EBTKE menitipkan pesan #aksihematenergi untuk dapat diterapkan, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah. (DLP)


Contact Center