Terapkan Best Practice Efisiensi Energi, Hotel Alila Seminyak Tekan Konsumsi Energi Secara Signifikan

Rabu, 25 September 2019 | 15:25 WIB | Humas EBTKE

KUTA – Efisiensi energi kini telah menjadi global concern yang telah banyak dibicarakan dan dimplementasikan di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Sebagai salah satu Hotel berbintang lima di Pulau Dewata Bali, Hotel Alila Seminyak telah menerapkan best practice efisiensi energi melalui berbagai upaya dan program yang dilakukan. Tak ayal, Hotel Alila berhasil menekan tingkat konsumsi energi dan menghemat biaya pengeluaran untuk energi secara signifikan.

“Tahun 2015, konsumsi listrik per bulan kami sekitar 615 kWh atau setara Rp 800 juta/bulan, mencakup 34.000 m2 lantai ruangan. Setelah melakukan langkah-langkah efisiensi energi, pengeluaran dapat dipangkas, berkurang menjadi Rp 550 juta/bulan sejak tahun 2018”, ungkap Aras Alam, Chief Engineer Hotel Alila Seminyak. Hal ini ia sampaikan dalam gelaran kegiatan Workshop Specific Energy Consumption (SEC) dan Sosialisasi Pemasangan PV Rooftop dan Smart Building untuk Bangunan Gedung Komersial yang dilaksanakan oleh Ditjen EBTKE bersama UNDP hari ini (25/9).

Lebih lanjut Aras menerangkan berbagai upaya efisiensi energi yang awalnya dilaksanakan antaralain penggantian lampu di seluruh kamar menggunakan lampu LED, mengganti sistem pencahayaan menggunakan sensor dan pemasangan water meter. Ternyata hal ini saja belum lah cukup, faktanya konsumsi energi hanya turun 5-10%. Selanjutnya ditemukan bahwa konsumsi energi terbanyak adalah penggunaan AC dan water heater. Untuk menjawab tantangan ini, Aras dan tim engineering Alila Seminyak kemudian menggunakan sensor temperatur suhu di luar ruangan, dan dari temperatur tersebut disetting secara otomatis untuk mengontrol chiller.

“Kita juga memberikan penjelasan kepada tamu bahwa perbedaan suhu ruangan dengan luar ruangan yang signifikan dapat mempengaruhi tubuh manusia menjadi dehidrasi. Begitu juga dengan penggunaan air dingin dan air panas” ujar Aras. Untuk PLTS Atap, Aras menjelaskan bahwa mereka telah memasang panel surya untuk kebutuhan air panas. “Kami pasang untuk 220 kamar pada waktu itu, pemakaian listrik untuk 220 kamar itu per bulan hanya 15 juta, dikarenakan kami pakai solar panel collector untuk booster air panasnya”, pungkasnya.

Menutup sharing session nya kepada para peserta yang berasal dari berbagai unsur dan sektor seperti Pemda Provinsi Bali, PT PLN, APAMSI, BPPT, dan perwakilan beberapa Hotel, Rumah Sakit, Asosiasi di Gedung Komersial yang berlokasi di Bali, Aras membagikan jurus jitu keberhasilan penerapan efisiensi energi di Hotel Alila Seminyak. “Smart building system juga memerlukan sumber daya manusia yang kompeten (smart team strategy), komitmen bersama dan yang penting upaya konsisten secara terus menerus”, tegas Aras.

Tentang Workshop Specific Energy Consumption (SEC)

Kegiatan Workshop Specific Energy Consumption (SEC) dan Sosialisasi Pemasangan PV Rooftop dan Smart Building untuk Bangunan Gedung Komersial yang dilaksanakan di Bali kali ini merupakan kali ketiga pelaksanaan kegiatan, yang sebelumnya telah di gelar di Pekanbaru (11/9) dan Jakarta (18/9). Selanjutnya kegiatan serupa akan kembali digelar di empat kota lainnya yaitu Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan. Direktur Konservasi Energi, Hariyanto, menjelaskan bahwa poin penting pelaksanaan survei Specific Energy Consumption (SEC) yang saat ini tengah dilakukan bekerja sama dengan Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), ingin mengetahui intensitas konsumsi energi pada 276 obyek survei yang tersebar di 7 provinsi, dimana objek yang paling banyak adalah hotel dan rumah sakit.

Tujuan SEC adalah mencari benchmark, juga untuk mengupdate data dari kajian tahun 2009 yang dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan kajian tahun 2015 yang dilaksanakan oleh USAID, dan terakhir oleh BCA Building benchmark untuk gedung di Singapura. Hasil survei juga digunakan sebagai masukan untuk revisi PP No.70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi, serta memperbaiki data secara nasional. (DLP)


Contact Center