Sosialisasi Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi 2021

Rabu, 5 Mei 2021 | 11:35 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA – Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi (PSBE) 2021 kembali digelar pada tahun 2021, merupakan acara rutin yang telah dilaksanakan sejak 2012. Penghargaan bidang efisiensi energi ini merupakan sebuah bentuk apresiasi tertinggi kepada pelaku usaha sektor energi yang paling berhasil melakukan upaya konservasi energi dan efisiensi energi. PSBE tahun 2021 telah dilaunching pada 18 Maret 2021 lalu oleh Menteri ESDM bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Saya berharap PSBE menjadi perwujudan atas komitmen Pemerintah dalam program percepatan konservasi energi, yang ditujukan untuk mengarusutamakan sikap-sikap efisiensi energi di masyarakat dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan efisiensi energi di Indonesia”, ujar Direktur Konservasi Energi, Luh Nyoman Puspa Dewi, saat membuka kegiatan Sosialisasi PSBE 2021 Kategori B Manajemen Energi pada Industri dan Bangunan Gedung secara virtual kemarin (4/5).

Sosialisasi yang diselenggarakan dalam rangka untuk menjaring peserta penghargaan, dan merupakan sosialisasi pertama dari rangkaian kegiatan sosialisasi PSBE tahun 2021 yang diselenggarakan berdasarkan per kategori, yang akan dilaksanakan sepanjang bulan Mei hingga Juni 2021. Antusiasme keikutsertaan publik tercermin dari meningkatnya jumlah peserta setiap tahun penyelenggaraannya. Untuk tahun 2020, PSBE tidak dapat terselenggara dikarenakan pandemi Covid-19.

Penyelenggaraan PSBE terbagi dalam 4 (empat) kategori, yaitu:

  • Kategori A - Gedung Hemat Energi

Kategori ini menitikberatkan pada penilaian desain dan teknologi peralatan yang digunakan di gedung yang dapat mengurangi konsumsi energi. Kategori ini mencakup sub kategori, yaitu : Gedung Hijau, Gedung Baru, Gedung Retrofitted dan Gedung Tropis.

  •      Kategori B - Manajemen Energi di Industri dan Gedung

Kategori ini dibuat untuk memberikan apresiasi bagi pengelola gedung dan industri yang berhasil menerapkan langkah-langkah penghematan energi yang sistematis dan berkelanjutan atau manajemen energi. Kategori ini terbagi menjadi 6 sub-kategori, yaitu Gedung Kecil dan Menengah, Gedung Besar, Industri Pertambangan dan Energi, Industri Manufaktur Besar , Industri Manufaktur Kecil dan Menengah dan Inovasi Khusus.

  •      Kategori C - Penurunan dan Perdagangan Emisi Karbon di Sektor Energi

Kategori ini merupakan kategori baru dalam PSBE dan merupakan langkah awal untuk memperkenalkan kebijakan Nilai Ekonomi Karbon di sektor energi secara voluntary.

  •      Kategori D - Penghematan Energi di Gedung Perkantoran Pemerintah, yang akan diikuti oleh Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah.

Pemenang PSBE tahun 2021 selain mendapatkan penghargaan dari Menteri ESDM juga akan mewakili Indonesia dalam ajang yang lebih tinggi, yaitu ASEAN Energy Awards tahun 2022 serta mendapatkan nilai lulus dalam aspek efisiensi pada Penghargaan Proper yang diinisiasi oleh KLHK.

“Keuntungan lain memenangkan PSBE diantaranya pemenang akan dibuatkan video profil oleh KESDM yang akan digunakan sebagai promosi bahwa perusahaanya sebagai pelopor hemat energi termasuk dalam media publikasi KESDM, dan pelibatan di berbagai kegiatan dalam hal merealisasikan konservasi energi termasuk dalam kegiatan sosialisasi PSBE untuk membagikan kisah suksesnya”, kata Koordinator Bimbingan Teknis dan Kerja Sama Konservasi Energi dalam paparannya. Tahun 2020, Indonesia telah mengirimkan perwakilan yang merupakan Pemenang Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi (PSBE) tahun 2019 sebanyak 14 proposal dan berhasil memperoleh 3 Winner, 3 1st Runner-up, dan 2 2nd Runner-up.

Perwakilan Dewan Juri dari Himpunan Ahli Konservasi Energi (HAKE), Titovianto Widyantoro, menjelaskan terkait kriteria penilaian kategori B dengan deksripsi per sub kategori dan apabila suatu industri/bangunan memiliki ISO 50001 maka akan memperoleh keuntungan yaitu akan lebih mudah mengambil data dan cukup mengambil dari laporan yang terjadwal. Terkait dengan sub kategori inovasi khusus, ia menguraikan bahwa inovasi khusus tidak terpaku hanya pada penggunaan teknologi yang dapat menghasilkan penghematan energi, tetapi juga bagaimana inovasi yang terjadi di perusahaan, baik dari PDCA maupun pengembangan dari kegiatan PDCA yang menjadikan saving besar, pendekatan dan pengukuran menggambarkan kegiatan PDCA atau bisa inovasi dari suatu grup pada manajemen energi perusahaan yang melakukan penghematan energi.

Dalam kegiatan ini, hadir sebagai narasumber yang membagikan pengalaman dan best practice nya, Hermawan Yudhistiro, perwakilan PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV, yang merupakan pemenang PSBE Sektor Penyedia Energi dan Hendra Yudisaputro, perwakilan PT Indonesia Power Pelabuhan Ratu, sebagai pemenang PSBE Inovasi Khusus.

Best practice pelaksanaan manajemen energi di PT Pertamina RU IV antara lain dengan melakukan perbaikan pada sektor proses misalnya dengan mengupgrade beberapa peralatan, meminimalisasi kebocoran, melakukan pembersihan peralatan secara berkala untuk meningkatkan efisiensi, Performance melalui penerapan Energy Management System (EMS), menyusun Energy Intensity Index (EII) baseline dan roadmap serta, people melalui pelatihan dan peningkatan awarness bagi pegawai. 

“Selain komitmen manajemen, kita juga membentuk organisasi manajemen energi, kita memiliki departemen khusus yang memang fokus terkait energi,ada PIC khusus. Di departemen ini kita menempatkan beberapa engineer untuk fokus melakukan monitoring kinerja serta melakukan performance dan inovasi terkait peralatan energi di kilang. Seluruh engineer kita sudah memiliki sertifikat auditor energi”, ungkap Hermawan.

PT Indonesia Power Pelabuhan Ratu, berhasil menjadi pemenang pada kategori inovasi khusus melalui aplikasi NEMESYS yang telah dibangun sejak 2017 dan diimplementasikan pada tahun 2018. Latar belakang lahirnya inovasi aplikasi tersebut dikarenakan selisih kualitas batubara antara loading terhadap unloading, penataan batubara yang efektif dan efisien untuk meminimalisir loss quality, cara pengoperasian boiler secara efektif berdasarkan inputan kualitas batubara tertentu dan parameter apa saja yang diperlukan untuk memonitoring kualitas batubara. (DLP)


Contact Center