Manfaatkan Platform LMS E-LINS, 292 Mahasiswa Lakukan Tes Tulis Program Gerilya

Senin, 23 Agustus 2021 | 15:05 WIB | Humas EBTKE

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 288.Pers/04/SJI/2021T

Tanggal: 23 Agustus 2021

Manfaatkan Platform LMS E-LINS, 292 Mahasiswa Lakukan Tes Tulis Program Gerilya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi dalam menjalankan tugas dan fungsi di sektor energi dan mineral. Salah satu hasil inovasi yang dimanfaatkan adalah Learning Management System (LMS) E-Learning For Training & Certification (E-LINS) yang dikembangkan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE). LMS tersebut digunakan untuk menjaring para kandidiat calon peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Gerakan Inisitif Listrik Tenaga Surya (Gerilya).

"Platform digital E-LINS ini sangat membantu memudahkan penyeleksian peserta Gerilya. Keberadaan paltform ini bukti adaptasi terhadap teknologi di lingkungan Kementerian ESDM," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi ditemui di Gedung Chariul Saleh Sekretariat Jenderal, Jakarta, Senin (23/8).

Pada proses seleksi Gerilya, sambung Agung, platform digital E-LINS digunakan sebagai proses Seleksi Kompetensi Dasar melalui tes tes tertulis. Otomatisasi berbasis artificial intelligence (AI) telah mempersingkat waktu penyeleksian dengan kualifikasi akademik yang sudah ditentukan. "Peserta tak perlu lagi repot datang langsung ke lokasi untuk mengikuti tes. Dan yang paling menguntungkan adalah paperless," tegas Agung.

Saat ini, E-LINS sudah sering digunakan dalam pelatihan dan sertifikasi di sektor Ketenagalistrikan dan EBTKE. Beberapa diantaranya adalah pelatihan teknis kiat-kita penghematan energi bangunan gedung, pelatihan teknis desain pembangkit berbasis ORC pada panas bumi, pelatihan teknis manajer energi di industri, hingga diklat teknis teknologi pembangkitan energi listrik berbasis energi terbarukan.

Khusus pada proses penyeleksian program MBKM Gerilya, semua tahapan seleksi bebasis rekrutmen digital, mulai dari tahap pendaftaran, tes tertulis, hingga wawancara virtual. "Transformasi ini sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru apalagi di tengah krisis pandemi," ungkap Agung.

Program MBKM Gerilya sendiri mampu menarik minat para mahasiswa S-1 dan D-4 dari berbagai kampus di Indonesia. Dibuka hanya dalam waktu seminggu sejak tanggal 13 Agustsus 2021, terdapat 634 pandaftar yang masuk, 292 diantaranya lolos adminitrasi dan berhak mengikuti tes tertulis. Selanjutnya, terjaring hanya 100 orang yang berhak mengikuti proses wawancara dimana 50 peserta final akan diumumkan pada tanggal 25 Agustus 2021.

Sebagai informasi, program MBKM Gerilya ini ditujukan khusus kepada mahasiswa aktif jenjang sarjana (S-1) dan vokasi eksakta guna membantu mengoptimalkan penggunaaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di masyarakat dan mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) 23% di tahun 2025. (NA)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)


Contact Center