Telah Terbit Sertifikat SNI Modul Fotovoltaik Pertama di Indonesia

Selasa, 7 September 2021 | 10:15 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA - Sebagai bentuk implementasi nyata dari upaya perlindungan konsumen oleh Pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2021, telah ditetapkan ketentuan standarisasi produk modul fotovoltaik silikon kristalin berupa kewajiban Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk-produk yang beredar di Indonesia. Ketentuan ini wajib dipenuhi tidak hanya oleh produsen dalam negeri, tetapi juga importir produk luar negeri dalam bentuk penempelan tanda SNI pada modul fotovoltaik silikon kristalin yang diproduksi. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah dalam memberikan jaminan kualitas, keamanan, dan keselamatan terhadap penggunaan peralatan yang memanfaatkan energi surya.

"Bisa dibayangkan ketika nanti masyarakat memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tetapi yang diperjualbelikan tidak memenuhi standar atau ketentuan, tentu hal ini akan merugikan masyarakat," pungkas Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Chrisnawan Anditya, pada sebuah kesempatan hari ini (7/9) di Jakarta.

Lebih lanjut Chrisnawan menegaskan produk modul fotovoltaik silikon kristalin wajib memenuhi SNI melalui pembubuhan tanda. Bahwa praktik seperti ini merupakan common practice yang diterapkan oleh dunia internasional dan merujuk pada International Electrotechnical Commission (IEC).

Menindaklanjuti ketentuan tersebut, PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia sebagai pelaku usaha penyedia jasa solusi sistem PLTS Atap nasional dengan merek sistem Utomo SolaRUV telah melaksanakan pengurusan dan mendapatkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) pertama di Indonesia. SPPT SNI tersebut bernomor 001/LSP/QI/11-IX/2021 untuk Modul Fotovoltaik Mono-Kristalin dengan merek dagang Longi dengan tipe LR4-72HPH 445 M, LR4-72HPH 450 M, LR4-72HPH 455 M dengan kapasitas per modul 445 Wp, 450 Wp dan 455 Wp.

LONGI Solar adalah produsen sel surya dengan nilai kualifikasi bankability terbaik di dunia versi BNEF (Bloomberg New Energy Finance) dengan metodologi Altman Z Score dan peringkat tech bankability terbaik AAA versi PV Module Tech. Saat ini LONGI Solar memiliki kapasitas 30 GW pertahun dan bermitra dengan PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia sebagai mitra distribusi di Indonesia.

“Dengan SNI ini, pengguna bisa yakin dan memiliki kepastian performasehingga bisa membedakan mana produk yang abal-abal dan mana yang sudah sesuai standar”,ujar Anthony Utomo, Managing Director PTUtomo Juragan Atap Surya Indonesia, yang juga Ketua Komite Tetap Energi Terbarukan KADIN Kota Surabaya.

Menurut Anthony penerbitan SNI merupakan wujud komitmen PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia sebagai distributor resmi Longi Solar untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga kualitas, keselamatan kerja, dan pelayanan ke para pengguna PLTS Atap di Indonesia. Perusahaannya juga mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui Jaringan Juragan Atap Energi Surya untuk bisa mengambil peluang di tengah kebutuhan PLTS Atap yang melonjak.

Anthony mengatakan proses pengurusan SPPT SNI modul surya mudah, cepat, dan tidak signifikan mempengaruhi harga modul. Proses SPPT SNI bukanlah upaya yang menghambat tapi merupakan usaha bersama antara Pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait untuk memfasilitasi permintaan masyarakat terkait jaminan kualitas atas sumber energi bersih yang ramah lingkungan. (DEA/DLP)


Contact Center