Eksplorasi Potensi Hidrogen Hijau, Dukung Akselerasi Dekarbonisasi

Jumat, 5 November 2021 | 15:00 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA - Komitmen Pemerintah Indonesia dalam mencapai target net zero emission pada 2060 terus direalisasikan melalui berbagai upaya. Salah satu yang menjadi ujung tombak utama tentunya pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Menimbang bentuk dan aplikasinya yang fleksibel, hidrogen dapat menjadi salah satu energy carrier alternatif yang digunakan untuk mencapai upaya tersebut. Walau rencana pengembangannya di Indonesia baru sampai pada tahap pengkajian, hidrogen hijau, atau hidrogen yang diproduksi dari sumber energi terbarukan, telah berhasil diaplikasikan di beragam sektor serta industri di manca negara.

Kementerian ESDM c.q Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Konservasi Alam dan Keamanan Nuklir (BMU) Pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesselschaft für Internationalle Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, dalam kerangka kerja proyek Strategic Exploration of Economic Mitigation Potential through Renewables (ExploRE) menyelenggarakan Green Hydrogen Talk 2021. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini menghadirkan para narasumber ahli dan mengupas teknologi hidrogen hijau serta potensi pasar nya, baik di dalam maupun luar negeri.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Chrisnawan Anditya, yang hadir sebagai salah satu narasumber mengatakan bahwa Indonesia telah memiliki rencana pemanfaatan hidrogen yang akan dimulai secara bertahap pada 2031 dan secara massif dimanfaatkan di tahun 2051. Harganya yang diprediksi akan semakin menurun di masa mendatang juga menjadikan hidrogen hijau menjadi sebagai salah satu pilihan yang ekonomis.

“Kita masih perlu ilmu dan kapasitas untuk bisa memahami hidrogen dengan lebih baik sebelum mempersiapkan regulasinya. Karenanya, masukan dari para pemangku kepentingan akan sangat berharga,” kata Chrisnawan pada webinar sesi 1 dengan tema ‘Memahami Teknologi Hidrogen Hijau dan Power-to-X dalam Konteks Transisi Energi di Indonesia’, kemarin (4/11).

Melalui peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kajian dan penelitian untuk mendukung upaya pengembangan hidrogen hijau juga tengah dilakukan. Diharapkan melalui riset-riset ini, pengembangan hidrogen dapat segera direalisasikan.

Mewakili International PtX Hub Berlin, Prof. Christoph Menke mengungkapkan ada lima pilar utama yang perlu dibangun sebagai pertimbangan utama dalam pengembangan hydrogen hijau, yaitu efisiensi energi, kecukupan energi, energi terbarukan, elektrifikasi, dan green molecule (PtX). Jika dilakukan dengan tepat, empat dari lima pilar tersebut dapat mengurangi sekitar 80% jumlah emisi karbon. Sedangkan untuk dapat mencapai pengurangan emisi karbon hingga 100%, mensyaratkan peran hidrogen hijau dan power-to-X.  

“Sebuah langkah yang cermat untuk tidak langsung mengimplementasikan hidrogen hijau hari ini juga, tetapi (nanti) di tahun 2031. Indonesia perlu melakukan sejumlah proyek percobaan dan percontohan di berbagai wilayah”, ujar Menke, menanggapi langkah Pemerintah Indonesia yang telah memasukkan pemanfaatan hidrogen hijau sebagai salah satu strategi dalam mencapai net zero emission. Bahwa diperlukan kajian beragam aspek dalam penggunaan hidrogen hijau.

Narasumber lain yang juga hadir dalam Green Hydrogen Talk Sesi I, Andrew Bedford, Energy Transition Director Jacobs, menyebutkan bahwa Indonesia memiliki kesempatan dan potensi besar dalam pengembangan beragam EBT, termasuk hidrogen hijau, melalui kemitraan dengan berbagai pihak. Dody Setiawan, Principal Advisor ExploRE - GIZ Indonesia, mengingatkan bahwa kajian, penelitian, dan beragam upaya peningkatan kapasitas perlu dilakukan dalam rangka pengembangan hidrogen hijau di Indonesia. Pengembangannya tersebut harus dipersiapkan dengan cermat, agar pemanfaatan hidrogen hijau menjadi efisien dan dapat diaplikasikan dengan tepat.

Tentang Green Hydrogen Talk 2021

Green Hydrogen Talk 2021 merupakan rangkaian webinar yang terdiri dari 2 sesi kegiatan yang terbuka bagi publik. Sesi pertama telah dilaksanakan pada Kamis, 4 November 2021, dengan mengusung tema “Memahami Teknologi Hidrogen Hijau dan Power-to-X dalam Konteks Transisi Energi di Indonesia”. Green Hydrogen Talk Sesi II dengan tema “Studi kasus dari pelaksanaan proyek aktual serta pembelajaran mengenai kebijakan, ekonomi, keuangan, kelembagaan serta aspek teknis pengembangan hidrogen hijau dan power-to-X dari negara lain” akan dilaksanakan pada Kamis, 11 November 2021 pukul 14:00 WIB. Pendaftaran untuk umum masih dibuka, melalui tautan berikut: bit.ly/GreenHydrogenTalk2021

*(DLP/GIZ)


Contact Center