Kementerian ESDM Gandeng Kementerian Koperasi dan UKM Genjot Konversi Motor Listrik

Selasa, 8 Februari 2022 | 16:10 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan untuk dapat mengkonversi 1.000 unit sepeda motor (R-2), dengan melibatkan Badan Usaha seperti PT Pertamina dan PT PLN, kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah serta sektor swasta dan masyarakat. Salah satunya melalui kerja sama Kementerian ESDM dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam rangka sinergi transformasi menuju energi baru terbarukan, dan penerapan energi usaha kecil dan menengah (UKM).

“Kementerian ESDM memposisikan diri sebagai katalisator dalam program konversi kendaraan bermotor menjadi sepeda motor listrik dan siap memperluas kerja sama program ini”, ujar Direktur Jenderal EBTKE, Dadan Kusdiana, pada kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UKM dengan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi di Gedung Smescon Indonesia, hari ini (Selasa, 8/2).

Dadan menjelaskan bahwa keterlibatan UKM dalam program ini di antaranya sebagai bengkel pengkonversi sepeda motor listrik dan penyedia komponen converter-kit sepeda motor listrik. Bengkel yang ditunjuk akan mendapat pembinaan dan pendampingan oleh Workshop Motor Listrik Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagaslitrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE).

Workshop Motlis P3TKEBTKE telah disertifikasi sebagai Bengkel Pemasangan, Perawatan, dan Pemeriksaan Peralatan Instalasi Sistem Penggerak Motor Listrik pada Kendaraan Bermotor dari Kementerian Perhubungan. Pada tahun 2021, P3TKETBTKE telah memulai konversi terhadap tujuh tipe sepeda motor, juga telah menyelesaikan uji jalan 10.000 km untuk ketahanan (endurance test) dan pengujian ke Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor. Surat BPKB/STNK sepeda motor juga telah disesuaikan di Korps Lalu Lintas (Korlantas) POLRI.

“Bengkel Motlis P3TKEBTKE telah mengkonversi 100 unit sepeda motor dinas operasional di lingkungan Kementerian ESDM yang nilai bukunya RP. 0, dikonversi menjadi sepeda motor listrik,” kata Dadan. Pada program konversi ini, P3TKEBTKE juga melakukan peningkatan kapasitas pada tiga bengkel UMKM dan tujuh sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Bagi pengguna sepeda motor akan diuntungkan dengan program konversi ini yaitu akan menghemat pengeluaran biaya operasional BBM sebesar 2,78 juta per tahun belum termasuk biaya ganti oli.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim menyambut baik kerja sama ini dan menyebutkan bahwa pelaku UKM wajib bertransformasi ke arah pembangunan berkelanjutan. Kementerian Koperasi dan UKM mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan, terbukti dalam survei bersama UNDP, data menunjukkan sekitar 94-95% UMKM tertarik dengan gagasan praktik usaha ramah lingkungan, dan sekitar 86-90% tertarik melakukan praktik usaha inklusif.

“Kita harapkan nota kesepahaman ini dapat dilanjutkan dengan aksi nyata, mengakselerasi keterlibatan pelaku UKM dalam transformasi kendaraan listrik, mulai dari hulu hingga hilirisasi produk,” pungkas Arif. (DLP)


Contact Center