Pemerintah Siapkan Program Strategis Peningkatan Pencampuran Biodiesel pada Bahan Bakar

Senin, 19 September 2022 | 10:10 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA - Program pemanfaatan biodiesel merupakan salah satu program prioritas dalam pengembangan energi baru dan energi terbarukan (EBT), demi mencapai target bauran energi 23% EBT di 2025 dan Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 atau lebih cepat. Pengembangan program mandatori B30 (Biodiesel 30%) juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi agar terus melakukan beberapa lompatan kemajuan disektor EBT.

Program mandatori B30 yang telah berjalan sejak 2020 hingga saat ini, realisasi penyaluran biodieselnya pun terus meningkat. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan solar dan telah melebihi dari target yang ditetapkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

“Di 2020, totalrealisasi penyaluran biodiesel sebesar 8,4 juta KL, 9,3 juta KL di tahun 2021, dan target di tahun 2022 yaitu sebesar 10,15 juta KL. Melihat besarnya potensi Biodiesel yang dimiliki oleh Indonesia dan dampak positif yang ditimbulkan, Pemerintah Indonesia optimis dapat menerapkan peningkatan pencampuran Biodiesel”, jelas Edi Wibowo, Direktur Bioenergi, pada acara ASPINDO Business Gathering, di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, pekan lalu (14/09).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal EBTKE, terang Edi, tercatat ada 36 badan usaha Bahan Bakar Nabati (BBN), dengan total kapasitas terpasang sebesar 17.14 juta KL. Pada akhir tahun 2022, akan ada penambahan kapasitas, sehingga total kapasitas terpasang industri biodiesel menjadi 18.5 juta KL. Untuk tahun 2022, penyediaan Biodiesel didukung oleh 22 badan usaha BBN dengan kapasitas produksi sebesar 14 juta KL.

Dalam pelaksanaannya, program mandatori biodiesel ini tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa tantangan dan kendala yang dialami, baik dari sisi logistik maupun infrastruktur. Contohnya terdapat keterbatasan dalam fasilitas penyaluran dan kapal pengangkut FAME dengan spesifikasi yang memenuhi persyaratan. Hal ini menyebabkan biaya penyaluran FAME relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengangkutan BBM. Tantangan yang lain adalah program mandatori biodiesel sangat tergantung pada mekanisme insentif yang berasal dari pungutan dan pajak keluar produk CPO dan turunannya. Walaupun demikian, bulan Juli hingga September 2022 ini, harga biodiesel lebih rendah dibandingkan harga minyak solar, maka tidak ada insentif (selisih kurang Harga Indeks Pasar/HIP) yang dibayarkan.

Sebagaimana diketahui, telah dilaksanakan Launching Uji Jalan B40 oleh Menteri ESDM pada 27 Juli 2022 lalu. Saat ini, tim teknis uji jalan B40 sedang melakukan kegiatan mitigasi risiko terkait kualitas bahan bakar, dengan melakukan perbaikan spesifikasi mutu bahan bakar Biodesel yang dicampur dalam bahan bakar solar, termasuk alternatif penggunaan bahan bakar jenis Diesel Biohidrocarbon (D100).

Pada uji jalan B40, digunakan dua jenis campuran bahan bakar yaitu B40 dengan komposisi yang terdiri dari 60% minyak solar (B-0) dan 40% biodiesel (B-100), serta B30D10 dengan komposisi yang terdiri dari 60% minyak solar (B-0), 30% biodiesel (B-100), dan 10% diesel biohidrokarbon (D-100) atau HVO (Hydrotreated Vegetable Oil).

“Uji jalan B40 ini, kita kelompokkan dalam beberapa uji yaitu uji teknis kinerja atau performance mesin diesel pada kendaraan uji dan kualitas bahan bakar, serta uji stabilitas penyimpanan bahan bakar, juga dilakukan uji Cold Startability pada kondisi udara ekstrim”, ujar Edi.

Selain itu, uji B40 diharapkan dapat diperluas untuk sektor lain, seperti penggunaan alatberat, lokomotif, alat transportasi laut yang dilakukan secara mandiri oleh manufaktur dan pengguna sektor terkait.

Dalam uji jalan ini, melibatkan dua jenis kategori tonase kendaraan. Untuk kendaraan dengan bobot ≤ 3,5 ton akan menempuh jarak 50.000 KM, sedangkan untuk kendaraan > 3,5 ton akan menempuh jarak tempuh 40.000KM. Ditargetkan uji jalan ini akan selesai diakhir Desember2022. Dimana untuk implementasi B40 dan komposisinya akan diputuskan jika sudah ada hasil uji dan evaluasi yang komprehensif. (NBX)


Contact Center