Aksi Duta Hemat Energi Dukung Penurunan Emisi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 11:05 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bekerja sama dengan Indonesian Institute for Energy Economics (IIEE), melaksanakan program peningkatan kesadaran dan peningkatan kapasitas bagi siswa tentang efisiensi dan konservasi energi di sektor pendidikan. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 24 sekolah dan 120 Duta Hemat Energi di Provinsi Jawa Timur, dimana SD sebanyak 8 sekolah, SMP 8 sekolah dan SMA/SMK juga sebanyak 8 sekolah. Program ini diharapkan mampu menciptakan budaya efisiensi dan konservasi energi sejak dini di sektor pendidikan.

“Kami sangat mendukung penuh kegiatan peningkatan kesadaran efisiensi dan konservasi energi, juga lomba hemat energi, tidak hanya untuk berkompetisi namun juga menjadi aksi nyata untuk mendukung target penuruan emisi gas rumah kaca”, ujar Plt Direktur Konservasi Energi, Hendra Iswahyudi, pada sambutannya pada kegiatan penutupan program secara virtual, pekan lalu (28/9).

Ia berharap kesadaran tentang budaya hemat energi, bukan hanya sekedar untuk keperluan lomba di akhir program. Perilaku hemat energi diharapkan menjadi kebiasaan sehari-hari, dan dengan perubahan perilaku yang diterapkan anak-anak di sekolah, dapat ditularkan di lingkungan rumah dan keluarga lainnya.

Hendra sangat mengapresiasi capaian program ini, karena menurut perhitungan, hanya dengan waktu 6 bulan program ini dapat menurunkan CO2 sebesar 60,4 ton. Hal ini dilakukan dengan Program Capacity Building kepada siswa siswi sekolah di Jawa Timur, yang menghasilkan penurunan konsumsi listrik.

Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada kesempatan ini, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan program efisiensi dan konservasi energi. Melalui program ini, tercapai penghematan anggaran pendidikan yang terserap untuk pembayaran pemakaian energi yang berlebihan. Diharapkan program ini dapat terus dilanjutkan, bukan hanya di Jawa Timur tapi berlanjut ke provinsi lain.

Menghadapi situasi dan isu global saat ini, bahwa dunia sedang melakukan transisi energi, akan beralih menggunakan energi yang rendah bahkan nol emisi. Salah satu strategi dalam transisi energi ini, diantaranya menggunakan pembangkit energi baru dan terbarukan, namun satu hal dalam aktifitas transisi yang sering terlupa, bahkan sangat penting yaitu efisiensi energi.

“Antusiasme anak-anak dalam pelaksanaan program merupakan sebuah kepercayaan bahwa Indonesia sangat berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca, salah satunya dibuktikan dengan angka penurunan emisi dan aksi nyata dari anak-anak dalam penghematan energi”, pungkas Aang Darmawana, selaku County Manager Indonesia Energy Transition Partnership -United Nations Office Project Services (ETP-UNOPS)

Program kegiatan peningkatan kesadaran efisiensi dan konservasi energi, yang diinisiasi oleh IIEE (Indonesian Institute for Energy Economics), bekerja sama dengan ETP-UNOPS dan Kementerian ESDM, merupakan wujud komitmen dari komunitas internasional, menunjukan aksi nyata hemat energi untuk mengurangsi emisi. Aang menyebutkan ETP-UNOPS siap untuk meneruskan dukungannya dalam program-program konservasi energi di Indonesia.

Capaian Strategis Program

Direktur Eksekutif IIEE, Didi Hasan Putra menyapaikan laporannya, bahwa total akumulasi penurunan konsumsi listrik selama program (3 bulan) adalah 69.398 kWh. Semua pencapaian dalam pengurangan konsumsi listrik dicapai melalui perubahan perilaku penggunaan listrik, tanpa mengubah peralatan yang lebih efisien. Sementara itu,  penurunan emisi CO2 tertinggi terjadi pada bulan Juli, yaitu turun menjadi 32,4 ton CO2. Dengan demikian, secara kumulatif proyek ini telah menghindari emisi CO2 sebesar 60,4 ton ke lingkungan selama 3 bulan program. a untuk menghitung emisi CO2 yang dihasilkan dari konsumsi listrik adalah faktor emisi pembangkit JAMALI (Jawa, Madura, Bali) yaitu sebesar 0,00087 ton CO2/kWh.

Pencapaian lain adalah pelibatan dalam sosialisasi dan kampanye para Duta Hemat Energi dalam pelaksanaan program. Dari 120 Duta Hemat Energi, mereka telah berhasil menciptakan efek bola salju dengan melibatkan secara langsung 20.295 orang untuk berpartisipasi dalam penghematan energi, serta secara tidak langsung melibatkan 93.803 orang.

Kegiatan kampanye yang dilakukan oleh Duta Hemat Energi, menyasar orang-orang terdekat. Para Duta berhasil melibatkan 20.295 orang dalam kegiatan kampanye langsung. yang terdiri dari 18.632 orang (92%) adalah teman sekolah, 605 orang (3%) adalah guru, 396 orang (2%) adalah keluarga duta hemat energi, dan 662 orang (3%) merupakan tetangga sekitar rumah duta dan sekolah.

Pemenang Lomba Hemat Energi

Dalam kegiatan penutupan program yang dilaksanakan secara virtual, diumumkan pula para juara sekolah yang mengikuti kompetisi. Pengumuman disampaikan oleh Hakimul Batih, selaku Tim Juri dan Sekretaris Yayasan IIEE. Selain kategori pemenang sekolah terbaik, 15 sekolah lainnya juga mendapatkan juara dengan kategori lainnya seperti: Sekolah Kreatif, Duta Hemat Energi terbaik, Sekolah dengan data terlengkap dan sekolah dengan sosialisasi terbaik.

Dan berikut daftar pemenang Sekolah Terbaik lomba hemat energi:

Sekolah Terbaik untuk Tingkat SD

I.   SDN Jajartunggal III/452 Surabaya

II.  SDN Dr. Sutomo V/327 Surabaya

III. SDN Jeruk I/469 Surabaya

Sekolah Terbaik untuk Tingkat SMP

I.   SMPN 39 Surabaya

II.  SMPN Kristen Aletheia Surabaya

III. SMPN 51 Surabaya

Sekolah Terbaik untuk Tingkat SMA/K

I.   SMAN 15 Surabaya

II.  SMK Assa’dah Gresik Jawa Timur

III. SMKN 3 Surabaya

*(DLP/DEK)


Contact Center