Pengembangan Energi Bersih Berbasis Masyarakat, Berikan Manfaat Untuk Komunitas

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:05 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA – Dalam rangka mendorong optimalisasi transisi energi, Pemerintah tidak saja menerapkan smart system dan digitalisasi, tetapi juga memperhatikan kontribusi masyarakat . Pengembangan energi terbarukan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus merangkul masyarakat sebagai peserta aktif.

“Pengembangan energi baru terbarukan memberikan pekerjaan yang layak dan perlindungan bagi pekerja, yang nantinya akan berdampak pada pembangunan ekonomi dan peningkatan kesetaraan sosial,” ungkap Direktur Panas Bumi, Harris dalam diskusi publik yang dilaksanakan bersama Civil-20 (C20) pada Kamis (1/12).

Menurut Harris, perbaikan sosial berarti memastikan keadilan sosial, mengurangi kemiskinan, dan mencapai masyarakat yang inklusif. Semua manfaat positif ini dapat dicapai dengan berkontribusi secara aktif kepada masyarakat. “Ini adalah bagian yang kita coba capai dan tingkatkan dalam implementasi energi bersih. Pengembangan energi bersih harus dilakukan tidak hanya untuk mengejar transisi energi tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif di semua tingkatan. Ada beberapa contoh yang baik dari implementasi energi terbarukan dalam pelibatan aktif dari komunitas,” ujarnya.

Ia mencontohkan pemanfaatan pembangkit listrik mikrohidro di Desa Tepal, Sumbawa yang dibangun pada tahun 2009. Pembangkit mikrohidro beroperasi 24 jam dan dapat memasok listrik untuk 339 rumah, lima fasilitas umum, 20 warung, dan tujuh bengkel produktif , termasuk mesin pengolah kopi. Pabrik dikelola oleh koperasi multi-bisnis lokal bernama KSU Puncak Ngengas. Ketersediaan listrik dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memberikan nilai tambah pada produk yang dijual.

Lebih lanjut Harris menjelaskan bahwa energi bersih dan inovasi harus dapat mendorong kerja sama dan kolaborasi masyarakat dalam banyak aspek, termasuk pengambilan keputusan, memberikan kepercayaan, dan sebagainya.

“Ada juga partisipasi masyarakat dalam implementasi EBT dan konservasi energi dengan melakukan beberapa kegiatan, seperti pemanfaatan biodiesel, PV surya atap, biogas dan biomassa, panas langsung, dan pemanfaatan peralatan hemat energi serta peningkatan kesadaran hemat energi sebagai kegiatan penting dalam transisi energi,” imbuh Harris.

Selain itu, tutup Harris, Pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan EBT dengan mengatur Peraturan Menteri ESDM tentang Instalasi PLTS Atap, penetapan peraturan Standar Kinerja Energi Minimum (MEPS), pengembangan EBT skala kecil, pemanfaatan APDAL/LTSHE, pemberian insentif dan hibah, dan menyelenggarakan seminar, pelatihan, dan lokakarya untuk menyebarluaskan informasi. (RWS)

 

 

 

 


Contact Center