Penggunaan EBT Untuk Kejar Target Rasio Elektrifikasi

Selasa, 3 Oktober 2017 | 18:39 WIB | Rakhma Wardani

 

 

Jakarta - Peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-72 resmi digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (28/9). Perhelatan ini dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

 

Dalam sambutannya, Jonan mengatakan, hingga saat ini rasio elektrifikasi secara nasional telah mencapai 92,8 persen. "Target Pemerintah sekitar 97% di tahun 2019. Tetapi saya mendorong PLN mencapai 99 persen," ujarnya.

 

Jonan menambahkan, untuk memenuhi target tersebut penggunaan energi baru terbarukan (EBT) terus digenjot. Saat ini bauran EBT mencapai sekitar 12 persen. Pada 2019, diharapkan bauran EBT mencapai 17 persen. Hal ini seiring dengan kebijakan pemerintah agar bauran EBT mencapai 23 persen pada 2025.

 

Saat ini pemerintah mengupayakan penggunaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di 2.500 desa terpencil yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

 

Sementara itu, Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Iwan Supangkat Santoso mengatakan, pihaknya terus mendorong penggunaan EBT dalam pemenuhan kebutuhan listrik nasional. "Penggunaan energi yang efisien dan bersih untuk menggurangi gas karbon," katanya.

Peran swasta perlu didorong untuk pengembangan EBT. Pengembangan EBT perlu dimasifkan sejak sekarang karena Indonesia punya potensi energi alternatif yang sangat besar, mulai dari tenaga panas bumi, biomassa, air, surya, angin hingga, yang kini tengah dikembangkan pemerintah, arus laut.

 

Pada kesempatan tersebut, selain Menteri Jonan, tampak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga hadir. Selain itu, hadir pula bebapa direksi BUMN yang bergerak di bidang energi seperti PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), Perusahaan Gas Negara (PGN), dan sebagainya.

 

Sebagai informasi, HLN ke-72 ini mengambil tema, "Mewujudkan Catur Cita Ketenagalistrikan: Kecukupan, Berdaya Saing, Berkelanjutan dan Merata untuk Menuju Indonesia Terang." (RWS/Ant)