EBT melimpah, Sulsel dukung pengembangan kendaraan listrik

Kamis, 19 Oktober 2017 | 19:15 WIB | Bambang Wijiatmoko

dok. ESDM

Makassar - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan percepatan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Selain menjadi arahan Presiden Joko Widodo, pengembangan kendaraan listrik juga bertujuan mengendalikan peningkatan laju kendaraan berbahan bakar fosil.

Hal ini diungkapkan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kementerian ESDM Satry Nugraha pada acara Talkshow Mengenal Lebih Dekat Kendaraan Listrik di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (17/10). 

"Kendaraan listrik ini juga mendukung konsep penggunaan clean energy di Indonesia, pendorongnya tentunya karena peningkatan kendaraan berbahan bakar fosil. Hari ini, mudah-mudahan kita bisa lebih mengenal kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan," papar Satry.

Dari sisi regulasi, Kementerian ESDM sedang menyiapkan payung hukum penggunaan mobil listrik melalui Peraturan Presiden yang saat ini sedang dibahas dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Progam ini diharapkan dapat menjadi pendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebanyak 23% di tahun 2025 mendatang. Saat ini, sosialisasi tentang kendaraan listrik gencar dilakukan karena secara signifikan mampu mengurangi polusi udara.

Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia mendapat sambutan yang positif dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan Syahril Yasin Limpo mengungkapkan keseriusannya dalam pengembangan kendaraan listrik di Sulawesi Selatan sehingga dapat mendukung energi dan memaksimalkan penggunaan yang melimpah di Indonesia, khususnya wilayah Sulsel. 

"Negara dan Pemerintah akan memilih kebijakan yang efektif dan efisien untuk masyarakat, Sulsel mengajak Kementerian ESDM untuk uji coba kendaraan listrik, karena menggunakan sumber daya energi terbarukan, saya kira sumber EBT ini berlimpah dan paling cocok untuk di Indonesia," ungkap Syahril. 

Dari sisi kesiapan infrastruktur kelistrikan, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat Bob Syahril menyatakan kesiapannya untuk mendukung kendaraan listrik. Di wilayah Sulawesi Selatan, sudah dipasang sebanyak 57 titik Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU), 54 titiknya ada di Makassar.

"Rasio elektrifikasi di sini sudah 94%, artinya rata-rata masyarakat sudah mendapatkan listrik, tahun depan di Sulsel kapasitas daya listriknya melebihi 500 MW. Kita sangat siap dan akan menjadi salah satu mercusuar proyek kendaraan listrik, akan terbukti di sini," papar Bob. 

Menanggapi kesiapan infrastruktur listrik tersebut, Gubernur Syahril menambahkan dan optimistis bahwa Sulsel akan memiliki pabrik mobil listrik pada 3-5 tahun mendatang.
 
Pada talkshow yang diadakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Makassar ke-348 ini juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Perindustrian yang juga akan mengawal pengembangan mobil listrik di Indonesia. Direktur Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Putu Juliardika mengungkapkan apresiasinya kepada Pemprov Sulsel atas semangat mengembangkan kendaraan listrik. "Terima kasih Sulsel sangat apresiasi dan inisiatif untuk mensosialisasikan kendaraan listrik. Keunggulan kendaraan listrik ini sangat responsif, dan akseleratif. Selain itu Sulsel adalah daerah yang cukup bagus mengembangkan kendaraan listrik, karena EBT melimpah, ini menjadi catatan kami untuk bekerja bersama-sama mudah-mudahan ini menjadi contoh daerah lain," ujarnya.

Dukungan Pemerintah akan pengembangan kendaraan listrik juga mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha. Viar Motor, perusahaan Indonesia yang berlokasi di Semarang ini sudah melaunching motor listrik pada Pertengahan Juni 2017, dan sudah mengantongi izin legal. "Viar Motor bekerjasama dengan Jerman dan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk memproduksi motor listrik, saat ini sedang meningkatkan kapasitas produksi hingga 200 ribu unit untuk 1 tahun, dan sudah punya legalitas jalanan," jelas Yucuanto Susetyo yang merupakan perwakilan dari Viar Motor.

Selama proses pengembangan kendaraan listrik ini, Kementerian ESDM telah melakukan pertemuan-pertemuan baik yang berbentuk focus group discussion(fgd) juga dalam bentuk talkshow dengan mengundang peserta dari pemerintah daerah, instansi terkait,  pengusaha, asosiasi, akademisi untuk membahas percepatan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan memimpin pertemuan pembahasan regulasi Perpres Mobil Listrik di Nusa Dua, Bali pada Agustus 2017. (BW/Ant)