Pemerintah Dorong Mahasiswa Pecinta Alam Untuk Dukung Pengembangan EBTKE

Kamis, 26 Oktober 2017 | 15:13 WIB | Rakhma Wardani

Ditjen EBTKE -- Mahasiswa Pecinta Alam dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program dan kebijakan pemanfaatan dan pengembangan EBTKE. "Mahasiswa Pecinta Alam merupakan salah satu komunitas yang kami harapkan dapat berperan aktif dalam mendorong pemanfaatan EBTKE. Sebagai penerima manfaat, Mahasiswa Pecinta Alam ikut berkontribusi dalam menjaga pemanfaatan EBTKE," ungkap Kepala Bagian Rencana dan Laporan Ditjen EBTKE, Qatro Romandhi dalam Sosialisasi Program dan Kebijakan Bidang EBTKE dalam Temu Wicara dan Kenal Medan ke-29 yang diselenggarakan di Depok pada Kamis (26/10).

Di hadapan Mahasiswa Pecinta Alam Perguruan Tinggi Se-Indonesia, Qatro mengungkapkan bahwa kontribusi  Mahasiswa Pecinta Alam dalam pelestarian lingkungan dapat memanfaatkan sumber EBT yang ada seperti pemanfaatan bioenergi dan upaya implementasi efisiensi energi. Secara tidak langsung pemanfaatan bioenergi mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dan tingkat polusi udara. Pengolahan sumber bioenergi juga mampu meningkatkan sanitasi lingkungan karena dapat diproduksi dari limbah dan mudah terurai secara alami. Selain itu pemanfaatan bioenergi dapat meningkatkan kualitas udara dan meningkatkan kesehatan umum serta kesejahteraan masyarakat.

"Selain berkontribusi dalam pengembangan pemanfaatan sumber bioenergi, teman-teman juga dapat membantu konservasi energi melalui penghematan energi dan pelaksana diversifikasi energi," tutur Qatro. Penghematan energi dapat dilaksanakan melalui kebiasaan penggunaan energi sehari-hari secara bijak. Kebiasaan dapat dilakukan mulai dari diri sendiri dan keluarga, yang selanjutnya disebarkan ke komunitas dan lingkungan. Mahasiswa Pecinta Alam merupakan konsumen cerdas yang menginginkan smart living. "Disinilah kami mengharapkan teman-teman Mahasiswa Pecinta Alam dalam menyebarkan informasi pentingnya hemat energi dan juga pentingnya pemanfaatan EBT," ungkapnya. Sebagai komunitas pemuda, Mahasiswa Pecinta Alam juga dapat mengembangkan inovasi pemanfaatan kendaraan listrik dan membantu diseminasi informasi pengurangan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil. 

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan keterjangkauan terhadap listrik, serta melaksanakan komitmen Paris Agreement dengan tetap memperhatikan aspek lain termasuk aspek lingkungan hidup. Potensi energi terbarukan yang berlimpah belum termanfaatkan secara optimum, sementara energi adalah instrumen mewujudkan keadilan sosial yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan daya saing industri. Oleh karenanya pemanfaatan energi terbarukan merupakan suatu keharusan dan dalam proses ini pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak. (RWS)