Pemerintah terus maksimalkan potensi EBT

Jumat, 24 November 2017 | 08:55 WIB | Bambang Wijiatmoko

Depok - Pemerintah melalui Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berusaha memaksimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Wawan Supriatna saat menjadi narasumber pada acara Indonesian Citizens Summit di Universitas Indonesia Depok, Rabu (22/11).

Dalam paparannya, Wawan menyampaikan capaian kinerja EBTKE dan potensi EBT yang dimiliki Indonesia. "Potensi EBT di Indonesia mencapai lebih dari 441 GW, oleh karena itu penting untuk wujudkan ketahanan energi di masa depan," ujar Wawan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan terus mendorong EBT di Indonesia untuk memenuhi target bauran energi EBT sebesar 25 persen pada 2025. Dalam kesempatan itu, Jonan mencontohkan potensi EBT di Kalimantan Utara (Kaltara). Provinsi yang dikenal memiliki sungai-sungai besar tersebut memiliki potensi listrik dari tenaga air mencapai 9.000 megawatt (MW).

Pemerintah terus menggenjot pemanfaatan EBT sebagai tulang punggung energi nasional. Sebagai gambaran, bauran EBT meningkat rata-rata 0,54% setiap tahun. Pada tahun 2016 capaian bauran EBT sebesar 7,7%. Angka ini lebih besar dari tahun 2015 (6,7%), 2014 (6,4%) dan 2013 (5,3%). Sementara, untuk triwulan II tahun 2017 melebihi target, di mana energi panas bumi dan EBT lainnya mencapai 5,23% (target 4,96%) dan bauran energi dari air mencapai 8,07% (target 6,16%).

Lebih lanjut, Jonan mengatakan faktor lain yang harus diperhatikan adalah keterjangkauan harga oleh masyarakat untuk mewujudkan keadilan. Menurutnya, faktor ini jauh lebih penting.

Indonesian Citizens Summit merupakan pertemuan para pelaku di sektor publik di Indonesia, yang dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah, CSR perusahaan, organisasi masyarakat sipil dan akademisi dengan tujuan untuk memperkenalkan Gerakan Bangun Indonesia.

Gerakan Bangun Indonesia adalah gerakan gotong royong nasional untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (SDG`s) di Indonesia yang dimotori oleh Universitas Indonesia, Meetchange.org, Dompet Dhuafa, UNICEF, UNDP, Good News From Indonesia dan berbagai organisasi masyarakat sipil. (BW/Ant)